Hargo.co.id, GORONTALO – Peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Boalemo terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Salah satu fokus yang didorong adalah memastikan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, saat menghadiri kegiatan penamatan siswa kelas IX SMP Negeri 5 Satu Atap Tilamuta di Desa Lahumbo, Rabu (17/6/2026).
Di hadapan para siswa, orang tua, dan tenaga pendidik, Lahmuddin mengajak seluruh lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 2 Tilamuta yang berada di wilayah Desa Lahumbo.
Menurutnya, keberadaan sekolah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan menengah bagi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Pemerintah telah menghadirkan SMA Negeri 2 Tilamuta untuk memudahkan anak-anak di Desa Lahumbo dan sekitarnya memperoleh pendidikan menengah. Maka dari itu, mari bersama-sama mendukung dan memanfaatkan fasilitas pendidikan yang sudah tersedia,” kata Lahmuddin Hambali.
Ia menegaskan, akses pendidikan yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal masyarakat dapat menjadi faktor penting dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah.
Dengan demikian, semakin banyak lulusan SMP yang dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA atau sederajat.
Lahmuddin juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya bergantung pada penyediaan sarana dan prasarana oleh pemerintah,
tetapi membutuhkan peran aktif orang tua dan masyarakat dalam memberikan dukungan kepada anak-anak agar tidak putus sekolah.
Data pendidikan menunjukkan bahwa rata-rata lama sekolah penduduk Boalemo mengalami peningkatan dari 7,31 tahun pada 2024
menjadi 7,32 tahun pada 2025. Meski mengalami kenaikan, angka tersebut masih menggambarkan bahwa rata-rata penduduk baru menempuh pendidikan setingkat kelas I SMP.
Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Boalemo terus berupaya mendorong peningkatan akses dan keberlanjutan pendidikan hingga jenjang menengah atas.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia
sekaligus memperbaiki indikator pendidikan daerah yang menjadi bagian penting dalam perhitungan indeks pembangunan manusia (IPM).(Rls)












