Hargo.co.id – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) mengumumkan kerja sama strategis dalam membangun Satelit PalapaNusantara 1 atau disingkat Satelit PALAPA-N1.
Tujuannya untuk memberikan layanan broadcast dan broadband di Indonesia.
Pembangunan satelit tersebut dilakukan melalui kerja sama perusahaan patungan dengan Indosat Ooredoo dan dengan menggandeng pembuat satelit terkemuka dari Tiongkok yaitu China Great Wall Industry Corporation.
Kerja sama itu merupakan bagian dari komitmen PSN dalam mendukung rencana kemandirian satelit nasional.
Chief Executive Officer PSN, Adi Rahman Adiwoso mengatakan, satelit merupakan infrastruktur terpenting dan memainkan peranan yang sangat besar bagi Indonesia.
Teknologi informasi juga saat ini sudah menjadi kebutuhan dan bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.
“Kami mendukung program pemerintah yang mencanangkan kemandirian satelit nasional, dan pembangunan Satelit PALAPA-N1 yang merupakan inisiatif PSN bersama Indosat Ooredoo adalah komitmen nyata untuk menghadirkan teknologi satelit yang mampu memberikan layanan terbaik dan memenuhi kebutuhan pelanggan yang dinamis sampai ke pelosok Indonesia,†ujar Adi.
Pembangunan Satelit PALAPA-N1 ini dibuat dengan menggunakan Chinese DFH 4 Bus yang sudah teruji dan akan diluncurkan dengan roket peluncur Long March 3B dari Xichang Satellite Launch Center di China.
Satelit ini ditargetkan rampung pada 2020 dan akan segera diorbitkan untuk memperkuat armada satelit PSN.
Saat ini PSN sudah mengoperasikan Satelit VR yang mengorbit sejak 2014 lalu. Ditambah rencana pengoperasian Satelit PSN VI pada 2019 dan PSN VII pada 2022, perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia ini akan mengoperasikan empat satelit, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Pengoperasian satelit-satelit tersebut akan membuat PSN mampu menyediakan layanan broadband di Indonesia dengan kapasitas hingga 130 Gbps,” ujarnya.
Dengan adanya armada satelit PSN ini, Indonesia tidak akan lagi tergantung pada operator satelit asing untuk penggunaan jasa satelit pada tahun 2022.
“Dengan begitu, layanan satelit di Indonesia tidak akan tergantung oleh perusahaan asing lagi, karena perusahaan domestik mampu memenuhi seluruh kebutuhan secara nasional,†kata Adi.(hg/chi/jpnn)
