GORONTALO, hargo.co.id-Sebagai Parpol pemenang di Kota Gorontalo dan Gorontalo Utara (Gorut), Partai Golkar nampaknya tak ingi jadi penonton pada Pilkada serentak 2018.
Untuk itu, Parpol berlambang beringin ini, akan menentukan sikap pada 1 Agustus 2017, terkait siapa yang akan diusung untuk ikut suksesi.
Ini ditegaskan Wakil Sekretaris Bidang Pemenangan Pemilu, DPD I Partai Golkar Gorontalo, Ghalib Lahidjun usai mengikuti pertemuan di DPP Partai Golkar. Menurutnya, DPP Partai Golkar meminta seluruh DPD I se Indonesia untuk melakukan penjaringan mulai dari tingkat desa/kelurahan, hingga level tertinggi yang akan menggelar Pilkada.
“Kami diberi waktu hingga 30 Juli 2017 dengan mekanisme mengacu pada Juklak 06 dan sebagaimana yang telah dilakukan saat Pilgub 2017. Tentu dalam rentang waktu yang diberikan itu, ada beberapa yang perlu dilakukan guna menemukan figur yang akan diusung pada Pilkada. Ini sudah mendesak, karena penetapan calon dari Partai Golkar digelar 1 Agustus 2017 oleh Tim Pilkada Pusat,†kata Ghalib Lahidjun.
Rapat Tim Pilkada Pusat digelar di Kantor DPP Partai Golkar pada Senin (3/7) dipimpin langsung oleh Ketua Harian, Nurdin Halid dan Sekjen, Idrus Marham. Selain Ghalib Lahidjun, DPD I Partai Golkar Gorontalo mengutus delegasi Wakil Ketua Bidang OKK, Budianto Napu.
“Setelah dilakukan penjaringan, maka nama-nama tersebut kembali disodorkan ke masyarakat guna dilakukan survei. Sejak beberapa tahun terakhir ini, Partai Golkar menganur mekanisme survei sebagai bahan pertimbangan penetapan calon yang akan diusung,†jelasnya.
Namun, hasil survei itu bukan merupakan hasil akhir karena DPP Partai Golkar akan melakukan fit and proper test terhadap calon yang diusung kan melalui DPD I Partai Golkar. Salah satu yang menjadi bahan fit and proper test yakni tentang kesiapan calon yang diusulkan.
Seperti kita ketahui bersama, pada dua Pilkada ini, cukup banyak kader Golkar yang akan tampil sebagai kontestan. Di Gorut misalnya, nama Ketua DPD II, Thomas Mopili akan kembali bertarung. Selain itu, hadir juga Indra Yasin untuk kembali mempertahankan posisinya kini sebagai bupati.
Demikian halnya di Pilwako Gorontalo. Ketua DPD II Kota Gorontalo, Marthen Taha mendapat banyak saingan dari internal Golkar sendiri.
Sebut saja, mantan Ketua DPD II Golkar Bone Bolango Budi Doku, Sekretaris DPD II Kota Gorontalo, Fedriyanto Koniyo, Mantan Ketua DPD II Golkar Boalemo, Rum Pagau dan masih banyak lagi. (jdm/hargo)
