Pilkada Gorut, PAN Galau

×

Pilkada Gorut, PAN Galau

Share this article
Muswilub PAN Gorontalo Bakal Sengit.

GORONTALO, hargo.co.id – Punya lima kursi di DPRD Gorut plus memiliki kader yang menduduki jabatan Wakil Bupati, harusnya membuat PAN lebih nyaman dalam menghadapi hajatan pemilihan bupati-wakil bupati (Pilbup) Gorut 2018 mendatang.

PAN tak perlu bersusah payah menggandeng partai lain untuk membentuk koalisi agar bisa mengusung pasangan calon.

Perolehan kursi partai di legislatif telah memastikan PAN untuk leluasa meraih satu tiket ke pentas suksesi. Mengingat syarat bagi parpol atau gabungan parpol di Gorut untuk bisa mengusung satu pasangan calon yaitu minimal memiliki lima kursi di DPRD.

Begitupun dengan figur yang akan diusung. PAN juga sebetulnya tak perlu repot-repot untuk mencari figur yang dianggap layak untuk diusung. Sebab partai berlogo matahari terbit itu punya kader yang sangat layak untuk dijual ke Pilbup Gorut. Yaitu Roni Imran yang kini menduduki jabatan Wakil Bupati.

Bahkan Roni Imran menjadi figur calon papan satu yang diunggulkan dalam bursa penggadangan calon.

Kalaupun PAN dituntut untuk sedikit bekerja sebelum tahapan pendaftaran pasangan calon, PAN hanya perlu membantu mencari pasangan yang tepat untuk Roni Imran. Pendamping yang harus dicari tentunya figur yang punya kecocokan dengan Roni Imran dan bisa mendongkrak kemenangan di pilkada.

Meski punya modal politik yang strategis dibanding partai lain, gerak gerik PAN sejauh ini belum mencerminkan sebagai partai yang berada dalam posisi nyaman dalam menghadapi Pilkada. Indikasinya adalah belum adanya kepastian sikap PAN untuk mengusung siapa di pilkada.

Apakah Roni Imran atau figur eksternal partai. Sementara Golkar yang juga posisinya sama dengan PAN yaitu bisa mengusung pasangan calon karena sama-sama memiliki lima kursi di DPRD, telah mengisyaratkan untuk mengusung kadernya di Pilkada.

Bisa Thomas Mopili yang kini menjadi Ketua Golkar Gorut atau Indra Yasin yang kini menjadi Bupati Gorut.

Sekretaris DPW PAN Gorontalo Salahudin Tuli yang sempat ditanyai soal arah dukungan di Pilbup Gorut belum lama ini hanya memberikan jawaban diplomatis. Bahwa yang akan menentukan siapa yang akan diusung ke Pilkada adalah DPP.

“Yang memberikan keputusan akhir adalah DPP,” jelasnya.

Sikap PAN yang sepertinya belum memberikan lampu hijau untuk Roni Imran bisa saja dipengaruhi oleh faktor internal partai. Roni Imran yang terpilih saat musda DPD PAN Gorut beberapa waktu lalu, sampai sekarang belum dilantik.

Malah DPW PAN Gorontalo menunjuk Plt Ketua PAN Gorut Lukman Botutihe untuk menahkodai Partai. Padahal di kabupaten-kota lain, para ketua DPD hasil musda, umumnya sudah dilantik.

Dengan kondisi ini, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi. Pertama, PAN akan tetap memberikan dukungan ke Roni Imran walau nanti dukungan akan diberikan pada injury time. Kemungkinan kedua yaitu PAN sama sekali tidak akan mendukung Roni Imran.

Bila kemungkinan kedua ini diambil maka hal ini bisa mempengaruhi partai utamanya untuk kepentingan pileg 2019 nanti. Karena bila PAN tak memberikan dukungan untuk Roni Imran maka ini bisa memunculkan tanda tanya bagi para loyalis Roni Imran dan masa pendukungnya.

Roni Imran bisa berada dalam posisi terzolimi sehingga kurang strategis untuk citra partai. Apalagi Roni Imran punya andil besar untuk membesarkan PAN di Gorut. Saat memimpin PAN Gorut, Roni Imran berhasil menjadikan PAN sebagai partai pemenang kedua dengan perolehan lima kursi di DPRD Gorut. (rmb/hargo)