GORONTALO Hargo.co.id – Konstelasi politik pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwako) Kota Gorontalo makin dinamis. Bila sebelumnya pasangan incumbent ditengarai mengalami pecah kongsi dan tidak akan berpasangan di Pilwako 2018, kini wacana untuk menyatukan Walikota Marten Taha dan Wakil Walikota Budi Doku mulai mencuat.
Wacana paket Marten Taha-Budi Doku (MADU) jilid II mulai menguat di masyarakat. Pasangan ini diyakini mampu mengulang kemenangan yang pernah ditorehkan saat Pilwako 2013 silam.
Dalam hitungan-hitungan kendaraan Partai Politik (Parpol) sendiri, Marten Taha yang kini menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kota Gorontalo tentunya memiliki kans kuat untuk diusung Golkar sebagai calon Walikota.
Sementara Budi Doku sendiri telah mendaftar di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat sebagai calon wakil walikota. Tentunya, tidak tertutup peluang bagi ketiga Parpol ini untuk membangun komunikasi yang mengerucut untuk mengusung Madu Jilid II.
“Saya kira ini bisa saja terjadi. Apalagi sepanjang sejarah politik Gorontalo, kemenangan selalu berpihak pada pasangan incumbent yang kembali naik bersama. Pasangan Fadel Muhammad-Gusnar Ismail serta pasangan Rusli Habibie-Idris Rahim menjadi contoh konkrit hal itu,” tutur Nasir Zulkifli, pegiatan muda Gorontalo ketika diwawancarai awak media, kemarin, (24/7).
Sebelumnya, wacana paket MADU Jilid II tak pernah muncul. Justru yang mengemuka, baik Marten Taha maupun Budi Doku sudah memilih jalan sendiri-sendiri untuk bertarung dalam Pilwako 2018.
Sejumlah figur yang mengemuka berpasangan dengan Marten Taha di antaranya adalah Ferdiyanto Konio yang kini menjabat Ketua DPRD Kota Gorontalo, dan mantan Auditor BPK-RI Syarifudin Mosii. Sementara Budi Doku diwacanakan berpasangan dengan Mantan Walikota Gorontalo Adhan Dambea, juga mantan Bupati Boalemo Rum Pagau.
Meski begitu Budi Doku tak memungkiri potensi untuk kembali berpasangan dengan Marten Taha. Sama halnya pula dengan pasangan figur lainnya termasuk jika harus naik sebagai calon Walikota.
“Ada yang mewacanakan saya berpasangan dengan ini dan itu. Ada juga yang menginginkan saya maju sebagai calon walikota. Semuanya bukan mustahil terjadi. Dan saya berterima kasih tentunya. Itu karena warga melihat bagaimana track record saya selama ini,” kata Budi Doku yang ditemui awak media di ruang kerjanya.
Budi Doku menyampaikan pula, mengingat masa Pilwako belum tiba serta kapasitasnya saat ini masih sebagai Wakil Walikota, ia akan lebih mengedepankan etika dalam birokrasi dan politik yang bermartabat. “Yang pasti saya saat ini sudah mendaftar di PDIP dan Demokrat. Saya juga sudah ketemu dengan sejumlah figur yang menduduki jabatan penting di Gorontalo. Mereka siap mendukung,” katanya. (and/hg)
