Miris!! Nenek 63 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri, Nih Fotonya!

×

Miris!! Nenek 63 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri, Nih Fotonya!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi (Dok.JawaPos.com)

Hargo.co.id Gorontalo – Pagi-pagi buta, Senin (24/7) warga Dusun Tenilo, Putiana, Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) dihebohkan dengan penemuan sosok mayat dengan posisi tergantung dipohon nangka menggunakan sarung. Belakangan diketahui korban adalah Ariani Djakaria (63) warga setempat.

Informasi yang diperoleh Gorontalo Post, ibu 8 anak itu sekira pukul 04.00 WITA pamit hendak buang air besar. Sekitar pukul 06.00 WITA, salahsatu keluarganya ketika hendak ke belakang rumah kaget melihat ada sosok yang posisinya tergantung di pohon nangka.

Ternyata itu adalah Ati Ari, sapaan Ariani yang merupakan isteri dari Rudi, sudah tak bernyawa dengan posisi leher terikat kain yang dikaitkan didahan pohon nangka dengan ketinggian kirang lebih 60 Cm dari atas tanah.

Dibantu warga, korban dievakuasi dan sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa wanita yang berprofesi sebagai petani itu tak lagi bisa tertolong.

Kepala Desa Putiana Suharmon Palilati ketika dikonfirmasi Gorontalo Post menjelaskan, saat mengetahui adanya kejadian tersebut langsung berkooordinasi dengan pihak kepolisian.

Tak berselang lama, aparat dari Polsek Anggrek langsung turun ke lokasi. “Siang tadi sudah dimakamkan oleh pihak keluarga,” jelasnya.

Terpisah, Kapolsek Anggrek Robinson Ismail ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dari fakta dan data di lapangan diduga korban sengaja bunuh diri dengan cara menggantung menggunkan kain disalah satu pohon nangka yang ada di belakang rumahnya.

“Informasi beberapa waktu lalu korban pernah coba bunuh diri, batal karen diketahui pihak keluarga. Korban juga memang sudah sakit-sakitan sebagaimana informasi dari keluarga,” terangnya.

Posisi korban bunuh diri dengan cara gantung diri Dusun Tenilo Desa
Putiana Kecamatan Anggrek, Senin (24/7).

Atas permintaan keluarga ditandai dengan surat keterangan yang ditandatangani keluarga dan pemerintah desa, telah menerima musibah ini sehingga pihak kepolisian tidak lagi melakukan penyelidikan lebih lanjut sebagaimana mestinya. (idm/hg)