Sopir Ngantuk, Panther Seruduk Pelajar, Guru dan Warung

×

Sopir Ngantuk, Panther Seruduk Pelajar, Guru dan Warung

Sebarkan artikel ini
TERLINDAS: Sepeda motor Mio milik Luh Siliwati terlindas mobil Isuzu Panther akibat pengemudi mengantuk, di km 129 Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan, Selasa (22/8). (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)
TERLINDAS: Sepeda motor Mio milik Luh Siliwati terlindas mobil Isuzu Panther akibat pengemudi mengantuk, di km 129 Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutambahan, Selasa (22/8). (I PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Hargo.co.id SINGARAJA – Ni Ketut Sri Wahyu Ningsih, 13, pelajar SMP dilarikan ke RSUD Buleleng, karena cedera kepala setelah diseruduk mobil Panther yang dikendarai Imam Bashori, 47, Selasa (22/8) pagi kemarin.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, mobil Panther DK 9601 PL berangkat dari arah utara menuju selatan.

Yakni Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan. Namun sekitar pukul 06.30 Wita, saat berada di kilometer 12, tepatnya Banjar Dinas Pasek, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Imam Bashori tiba-tiba mengantuk.

Ia tak mampu mengendalikan mobilnya hingga mengalami oleng. Mobil langsung menabrak dua orang pejalan kaki yakni Sri Wahyu Ningsi dan Ni Ketut Sukerti yang keduanya berasal dari Banjar Dinas Kelodan Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan.

Tak hanya menabrak pejalan kaki, mobil Panther masih melaju liar hingga menyeruduk sebuah warung milik Komang Widiastini hingga porak poranda. Tak ketinggalan mobil tersebut juga menghantam pemotor Luh Silawati, 37 yang pada saat itu sedang duduk diatas kendaraannya untuk membeli nasi kuning.

Meski tak sampai menimbulkan korban jiwa, tetapi tabrakan beruntun tersebut mengakibatkan Ketut Sri Wahyu Ningsih mengeluarkan darah dari mulut dan hidung. Pun demikian dengan Luh Silawati, seorang guru yang tianggal di Banjar Dinas Pasek, Desa Kubutamabahan luka bengkak dan benjol pada kepala belakang. Korban tidak sadarkan  diri hingga akhirnya dilarikan ke  RSUD Buleleng.

Sedangkan korban Ni Ketut Sukerti hanya mengalami luka lecet pada siku tangan kiri, dan hanya dirawat di Bidan Ratna, Desa Bengkala.“Sopir mengantuk, hingga menyeruduk pejalan kaki, warung serta pemotor. “Korban Ketut Sri Wahyu Ningsih muntah darah, dan seorang Guru bernama Luh Silawati tak sadarkan diri. Dua motor, Yamaha Mio dan Honda Vario ringsek, sedangkan Ni Ketut Sukerti dirawat di Bidan Ratna, Desa Bengkala,”jelas Kapolsek Kubutambahan, AKP Nyoman Sura Mariantika ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (22/8) sore.

(bx/dik/yes/JPR/hg)