Hargo.co.id, ZETIZEN -Â Sebagian besar orang-orang yang menjalin hubungan menginginkan hubungan mereka bisa berakhir happy ending. Tapi tidak semuanya akan mendapatkan apa yang mereka inginkan, bukan? Kadang hal-hal tak terduga bisa saja terjadi.
Seperti kata pepatah, dalam setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Bisa jadi saat kita memulai semuanya terasa manis. Namun, di pertengahan jalan kita mulai menemukan tanda-tanda bahwa hubungan ini tidak akan berjalan semanis sebelumnya. Alhasil kita diperhadapkan dengan opsi terakhir, yakni tidak melanjutkan hubungan tersebut alias putus.
Ada asap pasti ada api. Begitu juga kalau minta putus, pasti ada penyebabnya. Nah, penyebab untuk putus dapat dilihat dari tanda-tanda di bawah ini.
Tidak Bahagia
Waktu PDKT si doi romantis banget, tapi memasuki fase hubungan kita merasa bahwa hubungan tersebut hanya manis di awal saja. Komunikasi makin ke sini makan jarang, seringnya kalau ketemu malah berdebat. Duh! Kalo sudah begini, mending putusin aja!
Posesif dan Over Protective
Sebelum dengan si doi, kita merasa bebas untuk melakukan banyak hal. Namun, semuanya berubah drastis saat kita sudah mulai menjalin hubungan. Si doi tiba-tiba jadi over protective banget. Apa yang ingin kita lakukan dihalang-halangi. Lebih parahnya lagi kalau si doi nggak mau untuk memperbaiki kelakuannya yang super duper possive padahal sudah diberi tahu. Padahal, kita punya hak akan diri kita lho!
Kekerasan dalam Hubungan
Ini nih yang bahaya. Kalo si doi mulai melakukan hal-hal di luar batas seperti, menyiksa, memukul, menekan diri kita baik secara verbal atau non-verbal, atau bahkan juga melakukan tindakan seksual, lebih baik langsung diputusin! Belum kalau dia juga ketahuan selingkuh.
Tidak Dewasa
Salah satu poin penting dalam menjalin hubungan adalah kedewasaan. Dewasa yang dimaksudkan adalah tidak mau adanya komitmen, membiarkan kita terlibat dalam hal-hal tidak baik, tidak memberikan kepercayaan, tidak ada pengorbanan sama sekali, dan masih banyak lagi.
So, ada kah salah satu dari tanda-tanda di atas yang sedang kamu alami? Kalau ada, udah, putusin aja! (hargo/ZT-10)
Rahmatia Mohamad
Manajemen, UNG
Putusin, Atau Sakit Hati
Kadang yang membuat kita untuk putusin, karena pacarnya kurang asyik, suka ngekang dan pemahamannya udah beda. Apalagi punya pacar yang over protektif dan hanya mementingkan game. Mending putus dari pada setiap hari makan hati. (ZT-08)
Rudy Djamaludin
Sosiologi, UNG
Suka Mengatur
Putusin cewek, alasannya karena kadang suka mengatur aktivitas kita, yang jadinya rasa dibatasi, apalagi kalau lagi ingin main sama teman. Penyebab lain biasanya kita mulai nyaman dengan orang lain yang lebih pengertian dan tidak ribet. (ZT-07)
SMKN 2 Gorontalo
Hilang Perasaan Suka
Menurutku ada beberapa alasan sampai diputusin sama pacar dari tidak nyaman, sering dibohongin bahkan di selingkuhin. Jadinya bikin perasaan suka jadi hilang. Selain itu ada juga yang putusin karena faktor pribadi, seperti agama. (ZT-11)

