KABILA, Hargo.co.id – Di tengah persaingan teknologi dan informasi saat ini membuat usaha warung internet atau warnet terkena imbasnya. Ya, satu per satu usaha yang naik daun pada medio 2004 silam ini mulai gulung tikar.
Salah satu bisnis yang dijalani oleh Abdurahman Makmur (25), pemuda lulusan Sarjana Teknik Informatika ini misalnya. Bisnis warnet miliknya kini mengalami kemunduran sejak menggeliatnya penggunaan smartphone berbasis Android yang menggunakan paket data internet oleh operator seluler. Olehnya, warga yang dulunya ingin membuka facebook di warnet kini sudah bisa melalui smartphone saja di rumah.
Abdurrahman menceritakan, usaha yang dirintis tahun 2009 ini sejatinya menggunakan modal hampir Rp 20 Juta. Karena pengeluaran terbesar adalah harus membeli 10 unit komputer. “Untuk 2 tahun awal sangat maju pesat sampai omzet pendapatannya sehari bisa mencapai Rp 300 Ribu sampai Rp 400 ribu per hari dengan tarif 3000 per jam,” jelas Abdurrahman.
Namun, sejak 3 tahun belakangan ini, usaha warnet sudah ditinggalkan oleh pelanggannya. Bahkan, untuk bisa mendapatkan omzet Rp 100 Ribu per hari, kata Abdurrahman, sangat sulit. “Sekarang yang banyak datang hanya kalangan siswa SD dan SMP yang sekedar mencari tugas sekolah lewat internet.
Tapi kalau untuk kalangan pelajar SMA dan mahasiswa sudah tidak lagi datang ke warnet karena sudah ada sebagian di rumah mereka telah terpasang Wifi,” jelasnya. Namun kedepan dia masih yakin jika bisnis di bidang teknologi informasi yang digelugutinya saat ini masih akan mendapatkan keuntungan.(tr-59/hg)
