GORONTALO, Hargo.co.id – Sejumlah pedagang ayam potong atau ayam pedaging (broiler) mengaku pendapatan mereka menurun jika dibandingkan saat menjelang natal dan pergantian tahun, belum lama ini. Saat ini, harga ayam broiler pun mulai diturunkan.
Pantauan Gorontalo Post di pasar tradisional, sejumlah pedagang ayam broiler mengaku agak kesulitan menjual dagangannya. Terpaksa mereka membatasi penyembelihan ayam jika dibandingkan saat natal dan tahun baru.
Ka Mato Hasan, salah seorang pedagang ayam broiler mengaku jika saat natal dan tahun baru, harga ayam potong naik hingga Rp 35 Ribu per kg atau Rp 65 ribu per ekor.
Hal itu disebabkan permintaan ayam broiler lokal ke luar daerah, terutama di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) meningkat tajam. “Saat itu, banyak sekali pengiriman ayam dari peternakan Gorontalo atau dari perusahaan plasma ke wilayah Manado. Jadi, harga ayam kita (di Gorontalo,red) naik,” ungkapnya.
Ditambahkannya, kenaikan harga ayam broiler menjelang pergantian tahun itu sudah menjadi tradisi. Dimana, tidak hanya ayam saja yang mengalami kenaikan, melainkan sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
“Jadi pak, itu so kebiasaan. Rica saja naik waktu bulan Desember. Jadi, setiap tahun begitu,” tandas Mato.
Ia mengaku, untuk saat ini, ayam yang terjual bisa mencapai 25 ekor per hari, biasanya sampai 85 ekor. “Kalau sekarang permintaan turun drastis,” tuturnya.(dan/hg)
