BOLMUT, Hargo.co.id – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berdampak luas pada aktivitas perekonomian.
Selain memicu banjir di pemukiman warga, cuaca buruk itu juga mengakibatkan terganggunya akses transportasi. Kamis, (8/2) dini hari, terjadi longsor di sejumlah titik di kawasan Jl. Trans Sulawesi, Bolmut. Akibatnya, selama lebih kurang 12 jam akses Gorontalo-Manado lumpuh total.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, situasi ini bermula pada, Rabu, (7/2), sejak wilayah bekas pemekaran dari Bolaang Mongondow itu diguyur hujan sejak pagi hari hingga malam hari. Hujan turun dengan intensitas yang cukup tinggi, sehingga sejumlah wilayah di daerah eks swapraja Kaidipang Besar dan Bintauna itu terendam banjiir.
Tidak saja itu. Hujan yang tak kunjung reda memicu terjadinya longsor di sejumlah perbukitan yang dilintasi Jl. Trans Sulawesi. Longsoran tanah merembet hingga menutup seluruh kawasan jalan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolmut melaporkan, titik longosor berada di Desa Komus II, Desa Tote, Desa Tanjung Buaya, dan Desa Binuanga. Situasi itu pun membuat arus transportasi di titik-titik tersebut tidak bisa dilewati kendaraan bermotor. Akibatnya antrian panjang kendaraan pun tak terelakan. Kendaraan baik dari arah Gorontalo-Manado dan sebaliknya mengular lebih dari 1 kilometer, utamanya di kawasan Komus II.
“Longsor terjadi sekitar pukul 01.00 Wita. Semua kendaraan akhirnya terhenti,†ungkap Kepala Desa Tote Arsi Timumu.Pada saat yang sama, longsor di kawasan Komus II nyaris menelan korban nyawa.
Sebuah mobil boks milik PT Pos Indonesia hampir masuk ke jurang akibat terseret longsoran tanah. Mobil yang diketahui dikemudikan Risky Tatoya itu melewati kawasan tersebut persis di waktu longsor terjadi.
“Untung saja saya masih selamat. Mobil terhenti di tepi jurang,†ungkap Risky. Kepala BPBD Kabupaten Bolmut Muslimat Datukramat menjelaskan, setelah menerima infomrasi banjir dan longsor, pihaknya langsung bergerak. BPBD bersama TNI-Polri dan instansi terkait lainnya segera menuju lokasi longsor. Sebagian ikut memantau pemukiman warga yang terendam banjir.
“Dari pantauan BPBD, tidak ada korban jiwa maupun materil. Sekarang air di pemukiman warga sudah turun,†ungkapnya. Seharian kemarin, menurut Muslimat, tim gabungan dibantu masyarakat telah bekerja keras untuk mengeluarkan timbunan longsor yang menutupi jalan.
Hanya saja upaya pembersihan jalan sedikit lama karena titik longsor cukup banyak, sementara alat berat yang bisa dikerahkan hanya 1 unit. “Terakhir kita sudah mengeluarkan longsoran di Komus II. Jam 12 siang (kemarin,red), akses sudah kembali terbuka,†ungkapnya. Meski begitu Muslimat, tetap mengimbau agar warga dan pengguna jalan tetap berhati-hati. Sebab, berdasarkan data BMKG Sulawesi Utara, cuaca buruk berupa hujan lebat masih akan terus terjadi selang Februari ini.
Lewat Jalur Selatan
Sementara itu tanah longsor yang menutup Trans Sulawesi di daerah Bolmut berdampak terhadap aktivitas jasa angkutan Gorontalo-Manado. Para jasa angkutan (PO) yang ada di Gorontalo memilih lewat jalur Selatan.
Yakni melintasi Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) “Kami lewat jalur Selatan. Dari Gorontalo ada tiga mobil yang ke Manado. Dan dari Manado ke Gorontalo ada empat mobil yang lewat juga jalur Selatan,†kata Indra Humolungo (32) PO Garuda Mas.
Sementara itu PO Dwi Jaya Sakti belum bisa beroperasi penuh. “Padahal banyak yang mau ke Manado. Hanya satu mobil yang lewat jalur Bolsel kemarin,†ujar Rolan Mohi (37).(and/tr-59/hg)
