Menengok Kondisi Halima Abas (23) Ibu Hamil yang Minum Racun Tanaman

×

Menengok Kondisi Halima Abas (23) Ibu Hamil yang Minum Racun Tanaman

Share this article
Kondisi Halima Abas, ibu hamil yang meminum racun saat dibawa oleh Kapolres Pohuwato AKBP Dafcoriza,SIK,Msc, ke RSUD Bumi Panua untuk mendapatkan perawatan medis. (foto : Humas Polres)

Mandi di Sungai, Disuruh Minum Obat Mujarab oleh Nenek Misterius

Setelah bolak-balik karena tidak mampu menanggung sebagai pasien umum, Halima Abas (23) warga Desa Bulangita, Marisa, Pohuwato akhirnya dirawat di rumah sakit setelah difasilitasi oleh Kapolres Pohuwato, AKBP Dafcoriza SIK. Sebelumnya, Halima sekarat karena meminum racun tanaman.

MUHAMMAD ALFARISI ALI – MARISA

Hargo.co.id – Di sebuah ruangan rumah sakit Bumi Panua Pohuwato, nampak seorang ibu hamil yang masih terbaring lemas. Kondisi tubuhnya belum juga stabil semenjak ibu yang tengah mengandung 3 bulan ini menenggak racun tanaman merek Noxon, Jumat (2/3) lalu. Sebelumnya, Halima Abas (23) telah dibawa oleh keluarganya ke Rumah Sakit, akan tetapi dirinya hanya mendapatkan penanganan sampai di ruang UGD saja.

Pihak keluarga keberatan untuk dirawat karena Halima dihitung sebagai pasien umum, dimana BPJS tidak menanggung biaya untuk kasus keracunan yang disengaja.
Pihak keluarga akhirnya memutuskan untuk merawat Halima di rumah, namun melihat kondisinya yang tengah hamil pihak Pemerintah Desa pun mengambil inisiatif untuk membawa dan merawat Halima di Puskesmas Marisa.

Meski telah mendapatkan penanganan yang sudah cukup maksimal dari Puskesmas akan tetapi kondisi Halima belum juga membaik.
Kepada keluarganya, Halima mengakui bahwa dirinya disuruh minum Noxon oleh seorang nenek misterius yang ditemuinya di sungai. “Sore itu saya mau mandi di sungai, saya ketemu dengan seorang nenek rambut panjang,” ujarnya.

Kepada Halima, nenek tersebut mengatakan bahwa dia mempunyai obat yang mujarab khusus untuk ibu hamil. Penasaran, Halima pun mengikuti nenek tersebut sampai ke rumahnya. Setibanya di rumah Halima, nenek itu menunjuk obat yang tidak lain adalah sebuah racun untuk tanaman. Halima pun langsung mengambil botol obat tersebut dan menuangkannya ke penutup botol kemudian langsung diminumnya.

Seusai menghabiskan Noxon yang dituang dalam penutup botol, Halima tersadar bahwa yang diminumnya itu adalah racun tanaman. Sementara nenek tersebut menghilang begitu saja dan sudah tidak ada di dalam rumahnya lagi.

Oleh keluarganya, Halima tidak langsung dilarikan ke Rumah Sakit saat itu juga, melainkan diberikan obat herbal tradisional yang dipercaya sebagai penangkal racun. Melihat kondisi Halima yang malah semakin memburuk, keluarganya pun akhirnya melarikannya ke Rumah Sakit dimana dirinya mendapatkan penanganan hanya sampai di UGD saja lantaran tak mampu menanggung biaya rumah sakit sebagai pasien umum.

Seminggu usai meminum racun Noxon, Halima terus terbaring lemah dirumahnya, hingga akhirnya kondisi ini mengundang perhatian dari Kapolres Pohuwato, AKBP Dafcoriza,SIK,Msc yang datang melihat kondisi Halima bersama Ketua Bhayangkari Meisa Ari Hastuti dan juga Bhabinkamtibmas Desa Bulangita Kecamatan Marisa. Melihat kondisi Halima yang masih belum juga membaik ditambah lagi dirinya sedang hamil, Kapolres Dafcoriza pun langsung mengambil inisiatif untuk membawa kembali Halima ke Rumah Sakit Bumi Panua Pohuwato.

“Setelah melakukan pembicaraan bersama pihak keluarganya, kami pun memutuskan untuk membawanya kembali ke Rumah Sakit agar mendapatkan penanangan medis yang lebih baik lagi, mengingat ibu tersebut lagi mengandung. Di Rumah Sakit pun kami memastikan agar ibu Halima mendapatkan pelayanan terbaik terutama kondisi janin yang ada dalam kandungannya, sehingga para petugas medis pun berupaya untuk dapat menanganinya semaksimal mungkin,” pungkasnya.(Gp/hg)