Hargo.co.id – Amerika Serikat (AS) berencana memberlakukan tarif impor hingga USD 60 miliar untuk Tiongkok, dari yang sebelumnya USD 50 miliar. Selain itu AS juga akan membatasi investasi Tiongkok di AS sebagai sanksi atas dugaan pencurian kekayaan intelektual yang dilakukan Tiongkok selama bertahun-tahun seperti dilansir BBC, Kamis, (22/3).
Seperti dilansir AFP, Juru Bicara Gedung Putih Raj Shah mengatakan, Pemerintah AS sudah melakukan penyelidikan terhadap usaha Tiongkok dalam memaksa, menekan, mencuri teknologi, dan kekayaan hak cipta.
AS mengatakan, kebijakan pemberian sanksi ini diambil setelah perundingan yang gagal setelah dilakukan beberapa tahun terakhir.
![]()
Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan, pihaknya siap membalas perlakuan tarif baru yang dibuat ASÂ (Reuters)
Menandatangani memo terkait dengan sanksi bagi Tiongkok, Trump mengatakan, AS dan Tiongkok telah melewati upaya negosiasi. Ia mencari hubungan timbal balik untuk perusahaan Amerika yang berdagang dengan Tiongkok.
Negosiator perdagangan AS Robert Lighthizer mengatakan, melindungi teknologi AS sangat penting bagi masa depan ekonomi Amerika. “Ini masalah penting, kami akan melakukannya untuk melindungi perdagangan kami,†katanya.
Investigasi AS tersebut menemukan bukti bahwa Tiongkok memberlakukan ketentuan yang tidak adil pada perusahaan-perusahaan AS, seperti menekan untuk memberikan transfer teknologi, mengarahkan investasi di AS ke industri strategis, dan melakukan serangan siber.
Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan, pihaknya siap membalas perlakuan tarif baru yang dibuat AS. “Tiongkok tidak akan duduk diam dan membiarkan hak dan kepentingannya dirugikan. Kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk secara tegas membela hak dan kepentingannya yang sah,” katanya dalam sebuah pernyataan.
Kementerian Perdagangan Tiongkok juga menunjukkan sebuah keputusan oleh World Trade Organization (WTO) yang menemukan bahwa AS belum sepenuhnya mematuhi keputusan 2014 terhadap tarif antisubsidi pada produk Tiongkok, termasuk soal ketentuan panel surya dan menara angin.
Ekonom Syracuse University Mary Lovely mengatakan, sanksi adalah hal yang besar. “Orang Tiongkok melihat mereka sebagai ancaman utama dan tidak menginginkan perang dagang yang mahal.” ujarnya seperti dilansir Time.
Investigasi yang dilakukan AS ini disebut investigasi 301. Ini adalah bagian dari perintah Trump pada Agustus 2017.
Pada investigasi 301, ada sebuah peraturan bahwa AS dapat memberikan sanksi sepihak kepada negara asing yang tidak berlaku adil dalam perdagangan global.
(AFP/BBC/ina/iml/trz/JPC)
