Hargo.co.id, GORONTALO – Suasana darurat terjadi di ruas Gorontalo Outer Ring Road (GORR), Desa Botumoputi, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (8/8/2026).
Sebuah kendaraan roda tiga jenis Viar yang membawa empat pria dewasa mengalami kecelakaan hingga terperosok ke jurang sedalam sekitar 20 meter.
Mendapat laporan kecelakaan tersebut, personel piket Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Gorontalo langsung bergerak menuju lokasi.
Evakuasi dilakukan dengan menyusuri medan terjal untuk menjangkau para korban yang berada di dasar jurang.
Informasi awal menyebutkan, kendaraan Viar itu tengah melaju dari arah Isimu menuju Kota Gorontalo. Saat melintas di lokasi kejadian, kendaraan diduga kehilangan kestabilan, kemudian keluar dari badan jalan dan terjun ke jurang.
Komandan Kompi Batalyon A Pelopor, Iptu Denny D. Rimbing, langsung menginstruksikan personel piket untuk melakukan pertolongan dan evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Setiba di lokasi, personel Brimob segera memberikan pertolongan pertama sebelum mengevakuasi para korban satu per satu dari dasar jurang.
Salah seorang korban diketahui mengalami luka robek di bagian kepala yang disertai pendarahan. Korban juga mengeluhkan sakit pada bagian dada.
Korban tersebut diketahui merupakan mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Setelah berhasil dikeluarkan dari lokasi kecelakaan, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Dansat Brimob Polda Gorontalo Kombes Pol Danu Waspodo, S.I.K., mengatakan respons cepat personel merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat.
“Setiap laporan masyarakat harus direspons dengan cepat dan tepat. Dalam situasi kecelakaan, keselamatan korban menjadi prioritas utama. Personel di lapangan harus hadir, memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi dengan tetap memperhatikan keselamatan, serta memastikan korban mendapatkan penanganan medis secepat mungkin,” ujarnya.
Menurut Danu, tugas personel Brimob tidak hanya berkaitan dengan penanganan gangguan keamanan,
tetapi juga mencakup pelayanan kemanusiaan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, memperhatikan kondisi kendaraan dan situasi jalan, serta tidak memaksakan diri apabila kondisi berkendara kurang aman,” katanya.
Respons cepat tersebut menunjukkan kesiapsiagaan personel Batalyon A Pelopor
dalam menghadapi kondisi darurat sekaligus menegaskan kehadiran Brimob di tengah masyarakat,
termasuk dalam misi penyelamatan dan pertolongan kemanusiaan.(Rls)












