Kata Dokter Jiwa, Soal Depresi Hingga Bunuh Diri

×

Kata Dokter Jiwa, Soal Depresi Hingga Bunuh Diri

Share this article
dr. Yancy Lumentut, Sp.KJ, M.Kes

GORONTALO, Hargo.co.id – Satu-satunya Spesialis Kedokteran Jiwa yang dimiliki Gorontalo dr. Yancy Lumentut, Sp.KJ, M.Kes mengungkapkan beberapa hal terkait dengan fenomena bunuh diri yang terjadi beberapa pekan belakangan ini.

Menurut dr. Yancy Lumentut bahwa gangguan Depresi adalah gangguan jiwa yang banyak dikaitkan dengan adanya ide bunuh diri. Ada tiga gejala utama yang khas yang terjadi kepada seseorang ketika depresi. “Yaitu menurunnya suasana perasaan (mood), tidak adanya harapan hidup dan ketidakinginan melakukan sesuatu,” ucap dokter jiwa alumnus Universitas Indonesia itu.

Pasien dengan gangguan Depresi juga sering memiliki ide-ide bunuh diri. Ide bunuh diri ini dikaitkan dengan suasan perasaan hampa dan kosong yang membuat penderita depresi merasa tidak ada gunanya hidup lagi. Pasien dengan ide bunuh diri yang kuat biasanya pernah memikirkan dan bahkan melakukan upaya pembunuhan diri sendiri. “Sering terjadi percobaan bunuh diri berulang dan menimbulkan masalah kegawatdaruratan psikiatri,” sambung dokter yang kini praktek di tiga rumah sakit di Gorontalo itu.

Lanjut dikatakan dr. Yancy Lumentut bahwa gangguan jiwa seperti skizofrenia paranoid juga dikaitkan dengan upaya membunuh diri. Biasanya pasien skizofrenia paranoid bunuh diri karena adanya suara-suara bisikan (halusinasi) yang membuatnya melakukan itu.

“Hal ini juga bisa terjadi pada pasien dengan gangguan Depresi yang mempunyai ciri psikotik. Jadi pasien gangguan depresi ini mempunyai juga halusinasi yang biasanya meminta atau menyuruh pasien untuk melakukan bunuh diri karena rasa berdosa,” jelasnya.

Nah untuk mencegah terjadinya orang dengan gangguan jiwa untuk melakukan percobaan bunuh diri. Dikatakannya bahwa masyarakat harus mengenali dengan segera gangguan depresi dan hal-hal yang berkaitan dengan gangguan kejiwaan untuk bisa mencegah masalah terkait bunuh diri.

“Bagi keluarga atau orang terdekat diperlukan adanya komunikasi dengan pasien. Agar pasien bisa membagi masalahnya yang merupakan langkah awal penanganan. Jangan beri si pasien tekanan yang lebih lagi terkait masalah yang dihadapi.

Pengobatan yang segera juga harus dilakukan dengan baik dan tepat. Pengobatan yang tepat akan mampu untuk mengembalikan fungsi pasien secara maksimal dan mengurangi angka kejadian bunuh diri,” tandas dokter berkulit putih itu. (ndi/hg)

,