Hargo.co.id, Zetizen -Â Zetizen tentu sudah sering melihat dan membaca “Say No To Drugs!” dong tentunya. Nah, Zetizen tahu nggak kalau ternyata tanggal 26 Juni diperingati sebagai HANI (Hari Anti Narkoba Internasional). Wah, kalau hari Anti Narkoba diperingati seperti ini, itu berarti Narkoba adalah hal yang serius untuk dihindari bukan?
So, ngomongin soal Narkoba, baca yuk alasan kenapa Zetizen nggak boleh sama barang haram yang satu ini.
Bersifat Adiktif
That’s mean bahwa Narkoba bisa membuat kecanduan. Sekali coba aja, Zetizen bisa langsung kecanduan. Bahkan bisa ketergantungan dan nggak bisa lepas dari barang haram tersebut. Waduh, ngeri kan? makanya jangan berani kenalan sama Narkoba meskipun cuma coba-coba ya.
Merusak Fungsi Organ
Nah kalau ini nggak usah ditanya lagi, Narkoba jelas-jelas dapat merusak organ tubuh bahkan menyebabkan kematian lho Zetizen. Duh, serem nggak sih?
Menguras Dompet
Zetizen tentu sudah pada tahu kan kalau Narkoba harganya selangit? jadi kalau Zetizen berani coba-coba kenalan sama Narkoba dan akhirnya kecanduan, dijamin deh isi dompet Zetizen bakal terkuras habis-habisan. Uang yang seharusnya bisa dipakai untuk kebutuhan malah melayang begitu saja karena kecanduan.
So, itu tadi hal-hal umum yang jadi alasan kenapa Zetizen nggak boleh kenalan sama Narkoba ya. Karena sekali kenalan dan suka lalu jatuh cinta, maka akan fatal akibatnya. (Zt-08/hargo)
Mustakim
SMPN 4 Wonosari
Bersih Dari Narkoba
Ini jadi momen untuk menggalakkan anti narkoba dan saling memperkuat aksi serta kerjasama menanggulangi penyalahgunaan narkoba untuk membangun kesadaran nasional agar hidup sehat dan bersih dari peredaran gelap narkotika di bumi pertiwi. (ZT-07)
Sitti Nurcholiza Isa
Keperawatan, Universitas Negeri Gorontalo
Aset Masa DepanÂ
Tubuhmu adalah aset terindah yang Allah berikan. Jangan rusak apa yang sudah seharusnya kamu jaga dengan barang kecil tanpa manfaat seperti NARKOBA. (ZT-10)
Prapti Rosella Koni, Pend. Bahasa Inggris UNG
Butuh PembinaanÂ
Remaja-remaja yang suka menggunakan narkoba pada dasarnya harus ditindaki melalui rehabilitasi dan pembinaan, dengan begitu harapannya mereka bisa kembali menemukan kembali tujuan hidupnya. (ZT-11)



