Detik-detik Penggerebekan Terduga Teroris di Ayumolingo

×

Detik-detik Penggerebekan Terduga Teroris di Ayumolingo

Share this article
Foto : Capt : Beberapa warga transmigrasi Ayumolingo, yang merupakan tetangga terduga teroris yang ditangkap Polisi beberapa waktu lalu. (Foto : Franco/GorontaloPost)

Hargo.co.id– Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan kabar penggerebekan yang dilakukan tim Densus 88 Antiteror, terhadap terduga teroris di kawasan transmigrasi Desa Ayumolingo, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Franco  Dengo / Gorontalo Post

Sadikin (43) warga transmigrasi di Desa Ayumolingo, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Senin (28/6) lalu sudah bersiap ke ladang untuk bertani. Begitu pun dengan warga transmigrasi lainya.

Kawasan transmigrasi ini memang baru dibuka, mereka mendiami kawasan Ayumolingo itu sekira dua tahun terakhir. Kawasan ini sangat terpencil. Cukup jauh dari pusat kecamatan, bahkan dari pusat desa Ayumolingo. Dusun Malahu yang menjadi kawasan transmigrasi itu berjarak sekira 5 KM dari pusat desa.

Aksesnya pun memprihatinkan. Tapi, pagi itu kata Sadikin, tiba-tiba datang puluhan polisi berseragam lengkap. Seluruh warga kaget, sebab setahu mereka tak ada kekacawan atau peristiawa kriminal di kawasan pemukiman mereka. “Saat itu sekitar jam sembilan (pagi,red). Kami semua disuruh masuk rumah,”kata Sadikin.

Ia belum tahu apa yang terjadi. Petugas polisi yang ada langsung menjaga seluruh rumah yang ada. Tidak ada yang berani keluar, termasuk mengambil gambar dengan hanphone atau bahkan memegang handphone. “Masing-masing rumah dijaga oleh satu anggota Polisi,” kata transmigran asal Jawa Tengah ini.

Setelah beberapa saat polisi lalu meninggalkan kawasan pemukiman. Mereka baru mengetahui ada beberapa warga tinggal bersama mereka di kawasan pemukiman ternyata ditangkap polisi karena terduga teroris. Informasi yang diperoleh mereka masing-masing HS, EW, dan S merupakan warga transmigrasi  asal tangerang selatan.

Polisi langsung membawa mereka bersama sejumlah barang bukti ke Markas Brimob Polda Gorontalo untuk diperiksa. Sementara itu, istri mereka tetap berada transmigrasi Ayumolingo. Saat didatangi Gorontalo Post mereka menolak diwawancarai.

Warga transmigrasi lainya, Tasban (42) bersama istri dan keempat anaknya, mengaku tidak terlalu mengenal ketiga terduga teroris, selama tinggal bersama selama hampir dua tahun. Pasalnya, selama ini menurutnya, mereka sangat tertutup dan tidak mau membaur dengan para tetangga. “Mungkin karena mereka sibuk. Tapi, selama ini mereka memang sangat tertutup.

Tidak seperti kami yang sering ngobrol atau kumpul bersama,” ujar Tasban, transmigran asal Indramayu.  Ia juga menuturkan bahwa salah satuu dari ketiganya memang beberapa kali sempat berseteru dengan tetangga.

Sementara itu, menuju kawasan transmigrasi Ayumolingo bukan perkara mudah. Apalagi bagi yang baru pertama kali ke kawasan ini.  Untuk ke kawasan transmigrasi Ayumolingo, tidak jauh setelah melewati Puskesmas Pulubala, tepat sebelum Polsek Pulubala di Desa Pulubala.Ada jalur sekira lebar 5 meter.   Sekitar satu kilo meter dari situ, mendapati sebuah gapura yang bertuliskan “Selamat Datang Di Desa Ayumolingo”. Perjalanan sebenarnya pun baru segera dimulai.

Untuk menuju dusun Malahu, kawasan transmigrasi. Lima kilometer lagi jarak yang harus ditempuh. Dari gang ke gang, lorong ke lorong, dengan jalan yang rusak, bahkan harus melewati beberapa jembatan rusak. Perjalanan menuju lokasi penuh dengan rintangan dan resiko. Namun, penelusuran ke lokasi menjadi tidak terasa, dengan suguhan pemandangan alam khas pegunungan asri dan perkebunan-perkebunan warga yang berjejer rapi. Hingga tibalah di dusun malahu. (hg)