hargo.co.id, GORONTALO – Induk organisasi tenis lapangan Provinsi Gorontalo atau Persatuan Tenis Lapangan Indonesia
(Pelti) kini tengah dalam kondisi hilang nahkoda. Pasalnya, orang nomor satu di tenis lapangan Gorontalo tersebut kini
tengah tersandung masalah hukum sehingga belum bisa menjalankan roda organisasi seperti mestinya.
Ketua harian Pengprov Pelti Gorontalo, Prof. Yulianto Kadji yang dikonfirmasi hargo.co.id terkait kondisi Pengprov Pelti
Gorontalo pasca ditinggal ketua yang tersandung masalh hukum mengaku masih menunggu arahan dan petunjuk dari PB Pelti terkait nasib Pelti Gorontalo. “Kami sementara menunggu arahan dari PB Pelti,” jawab singkat Prof. Yulianto Kadji.
Sementara itu, pria yang juga dosen salah satu perguruan tinggi terkemuka di Gorontalo tersebut belum bisa menjawab saat hargo.co.id menyodorkan pertanyaan apakah kemungkinan untuk Musprovlub Pelti Gorontalo dapat terlaksana?.
Dan apakah tertuang dalam dalam AD/ART Pelti jika ketua atau pengurus tersandung masalah hukum bisa melanjutkan roda organisasi atau tidak diganti?.
Prof. Yulianto Kadji hanya menjawab, untuk jalannya organisasi Pelti Gorontalo untuk sementara waktu dibawah kendalinya sebagai ketua harian. “Ketua Harian yang lanjutkan roda organisasi, sambil menunggu arahan selanjutnya dari PB Pelti,” pungkasnya.(ysn/hg)
