Hasil Kocok Ulang, Rauf Ali Pimpin Bawaslu 

×

Hasil Kocok Ulang, Rauf Ali Pimpin Bawaslu 

Sebarkan artikel ini
Pelantikan Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Ahmad Abdullah dan Idris Usuli di Jakarta, Rabu (25/7)

Hargo.co.id, GORONTALO – Komposisi keanggotan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) resmi berjumlah lima orang. Kemarin (25/7), dua anggota Bawaslu Ahmad Abdullah dan Idris Usuli dilantik Bawaslu RI.

Sejalan pelantikan tersebut, posisi Ketua Bawaslu Gorontalo kembali dikocok ulang. Hasilnya, Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo yang sebelumnya diemban Jaharudin Umar berganti ke Rauf Ali. Pergantian tersebut didasarkan pada hasil rapat bersama dan pemilihan oleh seluruh anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo, beberapa saat usai pelantikan.

Rauf Ali yang dihubungi Gorontalo Post melalui seluler menyampaikan, menghadapi pelaksanaan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), yang tahapannya sedang berjalan, ada beberapa langkah strategis yang nantinya dilaksanakan Bawaslu Provinsi Gorontalo. Di antaranya memastikan pelaskanaan pileg maupun Pilpres mengacu pada taat azas dan regulasi peraturan yang berlaku.

“Pileg dan Pilpres harus dijalanan secara normatif dan mengacu pada azas Pemilu yang demokratis, luber, jurdil dan bermartabat,” kata Rauf Ali.

Karena itu, lanjut Rauf Ali, Bawaslu Provins Gorontalo akan melakukan pendekatan preventif. Seperti melakukan sosialisasi dan membangun suasana dialogis. Langkah ini dilakukan kepada partai politik (parpol), kontestan hingga ke lini masyarakat.

“Sehingga terbangun kesadaran moral dan intelektual untuk melaksanakan Pemiliu sesuai dengan konstitusional,” kata Rauf Ali.

Langkah lain yang tak kalah pentingnya adalah membangun dan memertahankan soliditas. Menurut Rauf Ali, soliditas menjadi bagian penting karena kerja-kerja di Bawaslu juga menyangkut kerja-kerja kepeloporan. Karena itu Bawaslu harus menjadi contoh yang baik bagi jajaran pengawas pemilu di tingkat kabupaten/kota sampai dengan PPL maupun masyarakat.

“Dalam menjaga soliditas ini maka akan dibangun sistem kerja yang jelas serta memiliki visi dan terarah. Sistem kerja tersebut mengacu pada kerangka undang-undang maupun insidensial. Sebab, pertarungan Pileg dan Pilpres ini sangat dinamis,” kata Rauf Ali.(san/gp/hg)