Waduh Sipir Lapas Ini Tertangkap Kasus Narkoba

×

Waduh Sipir Lapas Ini Tertangkap Kasus Narkoba

Share this article
Ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Ancaman pemecatan dari Menteri Hukum dan HAM Yosona Laoly bagi petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang terlibat narkoba sepertinya kurang ampuh.

Di Gorontalo, seorang oknum sipir Lapas kelas II A Gorontalo, Senin (11/4) ditangkap tim Bandan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo. Oknum petugas Lapas inisial ST itu tak bisa berkutik ketika BNNP Gorontalo,

Senin (11/4), sekitar pukul 17.00 Wita di halaman Lapas Gorontalo menembekuknya. Kejadian ini bermula ketika BNNP menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya peredaran barang haram tersebut yang dilakukan oleh ST.

Kemudian, pihak BNNP pun langsung memantau Lapas Gorontalo pada pukul 15.30 Wita untuk membenarkan informasi itu. Kurang lebih tiga jam 30 menit kemudian atau sekitar pukul 16.00 Wita, pihak BNNP Gorontalo melihat ST keluar dari Lapas. BNNP pun menggeledahnya.

Namun, ST didapati tidak memiliki Narkoba. Tak puas dengan itu, BNNP melanjutkan dengan melakukan penyisiran halaman depan Lapas Gorontalo. Penyisiran itu pun membuahkan hasil. BNNP menemukan 2 paket Narkoba jenis sabu di kawasan parkiran Lapas.

Saat ditanya perihal sabu itu, ST mengaku barang haram ini merupakan miliknya. “Iya barang itu punya saya,” ungkap Kepala BNNP Kompol Purwoko Adi menirukan pengakuan ST.

Mendapati dua paket sabu ini, sekitar pukul 19.00 Wita, BNNP kemudian mengembangkan penggeledahan di rumah ST yang berlokasi di Kelurahan Siendeng, Kecamatan Hulondalangi, Kota Gorontalo. Namun di rumah ST, BNNP tak menemukan Narkoba.

Pukul 20.25 Wita, ST digiring ke kantor BNNP Gorontalo. Kepala BNNP Gorontalo, Kompol Purwoko Adi membenarkan, keterlibtan pihak sipir dalam jaringan Narkoba di Lapas Gorontalo ini.

“Kami sudah menahan oknum sipir tersebut dengan barang bukti yang ada,” ungkapnya. Sementara itu, hingga tadi malam, pihak Polda Gorontalo bersama Polres Gorontalo Kota melakukan razia di Lapas Gorontalo dengan menurunkan ratusan personil. Hanya saja hingga berita ini dirunkan proses razia masih terus berlangsung. (tr-49/hargo)