Disekap Selama 15 Tahun, Remaja Putri Hamil Enam Kali

×

Disekap Selama 15 Tahun, Remaja Putri Hamil Enam Kali

Sebarkan artikel ini
Hasni saat dievakuasi dari gua oleh warga ke rumah sakit terdekat. (Foto Google/ Portalsulawesi.com)

Hargo.co.id – WARGA Desa Bajugan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah mendadak dibuat gempar. Setelah dinyatakan hilang pada 2003, Hasni warga setempat ditemukan dalam kondisi hidup. Selama 15 tahun, perempuan yang kini berusia 28 tahun itu disekap dalam gua di celah bebatuan besar.

Ahad (5/8) sekitar pukul 10.00 wita, sejumlah warga Desa Bajungan, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli berbondong-bondong menuju ke sebuah bebatuan besar. Beberapa anggota Polisi juga tampak ikut bersama warga ke lokasi yang jauh dari kawasan pemukiman warga itu.

Di sela-sela bebatuan terdapat sebuah gua yang terdapat dipan dari ayaman bambu dengan ukuran 1,5 meter x 1 meter. Di atas papan meringkuk seorang perempuan. Ia hanya dibalut secarik pakaian yang lusuh. Wajahnya pusat pasi dengan rambut yang agak acak-acakan.

“Hasni…,” teriak beberapa warga memanggil perempuan itu untuk keluar.  Namun, perempuan itu bergeming. Ia memelas untuk tetap berada di dalam gua sembari menyebutkan kata “Tete Jago”.

Setelah dibujuk akan dibawa ke rumah Tete Jago, perempuan tersebut barulah mau keluar dari gua di celah bebatuan. Saat sampai di pemukiman warga yang berjarak sekitar 100 meter, kehebohan pun muncul di kalangan warga Desa Bajugan. Pasalnya, perempuan yang bernama Hasni itu ditemukan dalam kondisi hidup.

Hasni membuat heboh warga setempat setelah sebelumnya dinyatakan hilang pada 2003. Saat itu, Hasni adalah remaja berusia 13 tahun. Hasni diduga diculik dan disekap oleh Tete Jago, tetangganya. Selain sebagai seroang petani, Kakek berusia 83 tahun itu dikenal warga setempat sebagai paranormal.

Saat hilang, Makmun (ayah Hasni) sempat menemui Tete Jago, sebagai seorang paranormal. Namun saat itu Tete Jago menyatakan bila Hasni telah pergi jauh. Pernyataan itu membuat Makmun menyusuri wilayah Kabupaten Tolitoli. Dua buah kebun yang saat itu dihargai Rp 11 juta dijual Makmun sebagai biaya pencarian sang buah hati. Namun upaya Makmun tak kunjung menemui hasil. Hingga akhirnya Makmun pasrah dan menganggap anaknya telah hilang.

Sejatinya beberapa warga Desa Bajungan sempat menduga bila Hasni sengaja disembunyikan oleh Tete Jago. Sebab, setiap malam Tete Jago sering membawa seorang gadis ke rumahnya. Akan tetapi ketika siang hari, sang perempuan tersebut tak berada di rumah Tete Jago. Ditengarai, saat subuh Hasni kembali dibawa ke gua yang berjarak 100 meter dari rumah Tete Jago.

Kapolres Tolitoli, AKBP Moh Iqbal Alqudussy SH SIK menjelaskan, korban dikabarkan keluarganya menghilang tahun 2003. Sejak saat itu tidak pernah ditemukan lagi.  “Namun, Minggu pagi tadi (5/8,re) anggota saya di Polsek Dakopamean dibantu warga berhasil menemukan korban,” ungkap Kapolres Moh.Iqbal.

Sebelum ditemukan, awalnya kakak korban bersama rekannya mendapatkan informasi bahwa ada seorang warga yang melihat korban disembunyikan oleh Jago, di Desa Bajugan. Pihak keluarga kemudian melapor, lalu bersama-sama polisi mengecek kebenaran informasi tersebut sekaligus melakukan pencarian.

Selanjutnya, jajaran Polsek Dakopamean langsung bergerak melakukan penyelidikan dan menelusuri rumah Jago dan sekitarnya. Cukup lama melakukan pencarian, petugas akhirnya menemukan korban berada di sela-sela batu besar yang selama ini dijadikan tempat persembunyian.

Tersangka Tete Jago yang diduga menculik Hasni.

“Setelah ditemukan, tidak berlama-lama terlapor kita bawa ke Polsek Dakopamean. Sementara, korban dibawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan medis. Selain itu, saat ditemukan Hasni terlihat linglung seperti idiot, karena itu perlu perawatan kejiwaan dan mendapatkan konseling,” urai Moh.Iqbal.

Di lokasi penemuan, warga melihat ada gundukan tanah seperti kuburan. Ditengarai selama disekap, Hasni digauli Tete Jago hingga hamil enam kali. Diduga, begitu bayi lahir langsung dibunuh Tete Jago sebagai tumbal.

Terkait informasi itu, Polisi masih melakukan penelusuran untuk mengetahui motif sebenarnya yang mendorong terlapor hingga tega menyembunyikan Hasni, yang tak lain adalah keluarganya sendiri. Kakak Hasni merupakan menantu dari Tete Jago.

Sementara itu, Ombudsman RI perwakilan Sulteng H Sofyan Lembah dalam siaran persnya mengapresiasi hasil kerja Polsek Dakopemean Kabupaten Tolitoli yang berhasil mengungkap kasus dan menangkap pelaku sadis.

Ombudsman mengharapkan Pemkab Tolitoli melakukan pendampingan kepada Hasni untuk mendapatkan perawatan medis dan psikologi serta pemulihan sosial. Selanjutnya, meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan Tolitoli melakukan pendampingan terhadap korban untuk mendapatkan hak-haknya. (dni/gp/hg)