Setelah Mengetahui Ayahnya Tak Bernyawa, Ananda Menangis Lalu…

×

Setelah Mengetahui Ayahnya Tak Bernyawa, Ananda Menangis Lalu…

Share this article
TERSANGKA OH memeragakan agedan dan AFN digiring penyidik PPA Polres Gorontalo Kota menjelang rekonstruksi.( Natha/Gorontalopost/hargo)

Hargo.co.id – Pembunuhan sadis yang dilakukan anaknya sendiri yang menggerkan Kota Gorontalo dan bahkan sudah Menjadi topik berita tv Nasional di tanah air, dan juga banyak di perbicangkan di medsos(Media Sosial).

Pembunuhan sadis yang di karenakan cinta terlarang itu kemarin, Rekonstruksi dilakukan oleh Polres Kota Gorontalo , Selasa (10/5). Rekonstruksi berlangsung secara tertutup, tempatnya di ruang Reskrim Polres Gorontalo

informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post(hargo.co.id), Saat berada di dalam kamar OH dengan AF melakukan pembicaraan siapa yang akan melakukan eksekusi dalam pembunuhan ini.

soalnya AF tidak tega membunuh Korban saat itu OH kemudian memberanikan diri untuk membunuh korban, saat melakukan aksinya AF menutup wajah korban menggunakan bantal, sementara OH menikam dan menggorok leher korban hingga tewas.

setelah mengetahui ayahnya sudah tak bernyawa, Nanda lantas memeluk tubuh ayahnya dari belakang.

Siswi kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) itu selanjutnya menangis tersedu-sedu hingga akhirnya pingsan. Saat pingsan, Nanda terbaring di samping tubuh ayahnya.

“Sesuai rekonstruksi, setelah korban tak bernyawa, tersangka AFN memeluk korban serta menangis hingga akhirnya pingsan.

AFN pingsan karena kecapean,” kata Kapolres Gorontalo Kota AKBP Rony Yulianto,SIK melalui Kasat Reskrim Polres Gorontalo Kota AKP. Indra Dalimunte,SIK.

Sementara itu, Opin usai menghabisi nyawa Nasir Mahmud langsung panik. Apalagi, saat itu tante Nanda, Agustina, sempat mengetuk pintu kamar untuk membangunkan Nasir Mahmud. “Karena panik dan sudah kecapean, OH berpura-pura mati,” ujar AKP Indra Dalimunte.

Di bagian lain, luka di lengan kanan Nanda diakibatkan terkena sabetan pisau ketika Nasir berusaha untuk menyelamatkan diri.

Namun oleh Nanda, wajah Nasir terus ditutupi bantal. Sejalan dengan hal itu, Opin kembali menghujamkan pisau ke arah tubuh Nasir Mahmud.(tr-49/tr-45/hargo)