Wiranto Ibaratkan Pemilu Seperti Naik Bus

×

Wiranto Ibaratkan Pemilu Seperti Naik Bus

Share this article
Menkopolhukam Jend TNI (Purn) Wiranto (kiri) bersama Gubernur Rusli Habibie (kanan) menyalami peserta pengarahan Menkopolhukam terkait persiapan Pemilu di Provinsi Gorontalo, saat tiba di grand Sumber Ria Kota Gorontalo, Jumat (22/2). (foto : humas/pemprov)

Hargo.co.id, GORONTALO – Menteri Koodinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Jenderal TNI (Purn) Wiranto, memberikan pengarahan persiapan Pemilu di Gorontalo, Jumat (22/2) kemarin. Dalam kesempatan itu, Wiranto mengatakan, pemilu adalah pesta demokrasi untuk memilih pemimpin, baik eksekutif maupun legikatif.

“Pesta demokrasi, rakyat harus gembira. Bukan untuk berkonflik tapi Gembira,”ujar Wiranto dalam pertemuan yang dihadiri lebih kurang 5 ribu aparatur baik PNS, TNI/Polri dan penyelenggara Pemilu se Gorontalo itu.

Mantan Komandan Peleton (Danton) Yonif 713 Gorontalo ini mengibaratkan Pemilu seperti naik bus besar, dimana penduduk Indonesia adalah penumpangnya.

“Kalau kita umpamakan seperti bus. Kita adalah penumpang menuju satu kota Indah, naik bus besar namanya Indonesia,”ujarnya.

Namanya naik bus, lanjut Wiranto, jelas akan ada supirnya. Penumpang kata dia, berhak memilih supir bus tadi.

“Saudara sebagai penumpang akan memilih supir bus yang waras atau mabok,” kata Wiranto.

Wiranto kemudian minta seluruh peserta pengarahan yang berjumlah lebih dari 5 ribu orang itu untuk angkat tangan, memilih supir bus mabok atau yang waras. Permintaan Wiranto awalnya kurang ditanggapi peserta.

“Yang memilih yang (supir) mabok angkat tangan?, yang waras angkat tangan ?,” pinta Wiranto. T

erlihat hanya sedikit yang angkat tangan. “Yang nggak angkat tangan berarti nggak naik bus. Itu kemalasan kita. Saya serius ini,”kata Wiranto. Ia kembali mengulang pertannyaanya.

“Siapa yang ingin supir bus mabok?, siapa yang ingin supir tidak mabok?,”pinta Wiranto. Hadirin kemudian rame-rama angkat tangan pada pertanyaan supir bus bukan pemabok. “Ini baru benar,”kata Wiranto. Tak cukup, mantan ajudan Presiden Soeharto ini kembali memberikan pertanyaan serupa.