Hargo.co.id, GORONTALO – Sebagai organisasi yang memfokuskan diri untuk memberikan sumbangsih nyata bagi daerah, Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Gorontalo menggelar Forum Diskusi Ilmiah dengan mengangkat tema “Melihat Kontruksi Gorontalo,Teropong dari Sisi Ekonomi dan Lingkungan†yang digelar Ahad, (24/02/) bertempat di  Sanggar Tani Alam Kelurahan Bulota Kabupaten Gorontalo.
Diskusi yang menghadirkan ahli ekonomi Amier Arham dan pakar lingkungan Sukirman Rahim tersebut, berjalan sangat menarik, terutama karena ulasan-ulasan yang diberikan oleh para narasumber banyak mengkritisi program pemerintah yang dianggap belum berpihak pada masyarakat kecil.
Amier Arham misalnya, menyoroti penurunan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo yang sejak tahun 2010 berjalan dengan sangat lambat, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Padahal menurutnya,jumlah uang yang masuk baik melalu APBN maupun APBD semakin meningkat jumlahnya.
“Kalau kita lihat data yang ada, angka kemiskinan dan ketimpangan di desa masih tinggi dibanding perkotaan. Padahal saat ini sudah ada dana desa yang jumlahnya cukup besar. Ini artinya penggunaan dana desa masih dinikmati oleh aegelintir orang saja dan ini harus dikaji pemanfatannya. Kedepan, pemerintah juga harus lebih jeli dalam melihat potensi-potensi yang ada di pedesaan. Fokuslah pada infrastruktur yang mendukung perekonomian masyarakat,†terang Amier.
Sementara pakar lingkungan Sukirman Rahim dalam diskusi ini menyoroti masalah kerjasama lintas sectoral antara pemerintah Kabupaten/Kota yang harus ditingkatkan. Karena meskipun tiap daerah mempunyai masalah tersendiri tentang lingkungan, namun dampak yang ditimbulkan bukan hanya dirasakan oleh daerah tersebut,namun akan dirasakan oleh daerah tetangga.
