Hargo.co.id, GORONTALO – Dalam kurun waktu dua hari, tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tenggelam yang terjadi di wilayah perairan laut dan sungai di Provinsi Gorontalo.
Korban pertama adalah Rizka Halid (25), yang akrab disapa Chika. Mahasiswi Pascasarjana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Gorontalo (UNG) itu, meninggal dunia setelah tenggelam saat berenang di sekitar Pantai Pulau Bogisa, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara, Minggu (2/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama rombongan wisatawan berjumlah sembilan orang berlibur dan bermalam di Pulau Bogisa sejak Sabtu (1/8/2026).
Pada Ahad pagi sekitar pukul 07.00 Wita, tiga orang dari rombongan berenang di sekitar pulau. Namun, karena tidak memiliki kemampuan berenang yang memadai, mereka mengalami kesulitan saat berada di perairan.
Korban diduga terseret arus laut menuju area yang lebih dalam di luar pulau. Sementara dua rekannya berhasil menyelamatkan diri setelah terbawa ke wilayah perairan yang lebih dangkal.
Informasi awal mengenai kejadian tersebut sempat beredar melalui media sosial. Sejumlah warga, wisatawan, dan tim yang berada di lokasi segera melakukan upaya penyelamatan.
Empat orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan Chika ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Komandan Pos SAR Kwandang, S. Alan Hasania, mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 09.10 Wita. Saat tim menuju lokasi, korban telah lebih dahulu dievakuasi oleh nelayan setempat dari perairan Pulau Bogisa.
“Korban atas nama Rizka Halid alias Chika merupakan bagian dari rombongan wisatawan yang berjumlah sembilan orang,” ujar Alan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Zainal Umar Sidiki untuk proses identifikasi sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dua Bocah Meninggal di Sungai Bone.
Sehari sebelumnya, dua bocah dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Bone, Desa Bulontala, Kecamatan Suwawa Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (1/8/2026).
Kedua korban diketahui bernama Muhammad Ashar Pioke (14) dan Hajrin Hujuli (13). Insiden bermula ketika enam anak sedang mandi dan bermain di sungai.
Empat anak berhasil mencapai tepian, sementara dua lainnya berada di bagian sungai yang memiliki arus cukup deras serta kedalaman yang berubah secara tiba-tiba.
Menurut informasi yang diperoleh, salah satu korban sempat berupaya menolong temannya yang lebih dahulu terseret arus. Namun usaha tersebut justru membuat keduanya ikut terbawa arus dan tenggelam.
Muhammad Ashar Pioke ditemukan lebih dahulu oleh warga dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka. Sementara Hajrin Hujuli sempat dinyatakan hilang sehingga Tim SAR Gorontalo melakukan operasi pencarian.
Komandan Tim Pencarian SAR Gorontalo, Dio Danu Wardana, menjelaskan laporan diterima sekitar pukul 14.45 Wita.
Tim kemudian bergerak ke lokasi dan melakukan pencarian menggunakan metode penyelaman dengan dukungan personel gabungan serta peralatan khusus.
Setelah beberapa waktu melakukan pencarian, korban kedua akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Bone. Jenazah selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Dio mengungkapkan bahwa lokasi kejadian memiliki karakteristik sungai dengan kedalaman yang tidak merata, sehingga berpotensi membahayakan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian resmi ditutup. SAR Gorontalo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai maupun pantai, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menghindari aktivitas mandi di sungai maupun pantai karena kondisi cuaca saat ini cukup berbahaya dan dapat mengancam keselamatan,” kata Dio.(Roy)












