Rachmad Gobel Siap Lebih Kedepankan Kemandirian Pertanian dan Perkebunan Gorontalo Untuk Ciptakan Kedaulatan Pangan

×

Rachmad Gobel Siap Lebih Kedepankan Kemandirian Pertanian dan Perkebunan Gorontalo Untuk Ciptakan Kedaulatan Pangan

Share this article
Rachmad Gobel bersama masyarakat Gorontalo. (Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Komando Pemenangan NasDem Provinsi Gorontalo Rachmad Gobel, menyebut bila ada kesalahan dalam pengelolaan pemerintahan yang membuat Gorontalo tak kunjung keluar dari kemiskinan. Menurut Rachmad, kesalahan tersebut ialah masih banyaknya program-program seperti pembagian sembako.

Rachmad menegaskan bila NasDem tidak akan melakukan bagi-bagi sembako seperti yang marak dilakukan sekarang. Sebab, lanjut Rachmad, NasDem adalah partai pejuang rakyat bukan pembagi sembako.

Karena itu, Rachmad akan lebih mengutamakan kemandirian pada masyarakat Gorontalo. Salah satunya dengan memberdayakan masyarakat lewat pertanian dan perkebunan.

“Gorontalo saat ini masih 5 besar provinsi miskin di Indonesia. Cara menyelesaikannya, bukan dengan bagi-bagi sembako. Bukan konsep NasDem itu bagi-bagi sembako, kita pejuang rakyat bukan pembagi sembako,” kata Rachmad, Rabu (6/3/2019).

“Saya ingin kedepankan kemandirian masyarakat dengan lahan yang ada untuk dijadikan pertanian dan perkebunan,” lanjutnya.

Tak hanya soal sembako, Rachmad juga mengkritisi soal kekurangan air bersih yang masih melanda Gorontalo. Bahkan, Rachmad mendapatkan laporan bila ada anak kecil yang seminggu belum mandi karena kesulitan air bersih.

“Termasuk masalah air, masyarakat sekarang masih kekurangan air bersih. Ada laporan masuk ke saya, anak kecil sampai marah-marah karena seminggu tidak mandi. Belum lagi soal kesehatan dan lainnya,” tegas Rachmad.

Rachmad mengatakan dengan semangat restorasi, yang menjadi semangat NasDem, dirinya bisa memperbaiki ketertinggalan yang ada di Gorontalo. Rachmad pun menyebut dengan bantuan para tokoh yang bergabung dengan NasDem, segala persoalan yang dihadapi bisa lebih cepat teratasi.

“Kita ada semangat restorasi. Ini untuk memperbaiki ketertinggalan, perlu ada perubahan dan perbaikan. Kalau saya tidak bantu kampung halaman saya, akan semakin banyak persoalan di Gorontalo,” tutur Rachmad.

“Dengan bantuan para tokoh, saya yakin masalah di Gorontalo bisa teratasi,” pungkasnya. (adv)