Hargo.co.id MARISA – Masyarakat yang ada di Kecamatan Popayo, Kabupaten Pohuwato, saat ini mulai mengalami kelangkaan Gas Elpiji. Akibatnya, banyak masyarakat yang mengeluh karena tidak adanya ketersediaan elpiji disetiap pangkalan-pangkalan yang ada.
Jenny Ema Tulung salah seorang masyarakat dari Kecamatan Popayato kepada Gorontalo Post mengakui, saat ini masyarakat kesulitan untuk mendapatkan elpiji dan hal tersebut dikhawatirkan bakal berlanjut hingga bulan suci Ramadhan nanti.
Oleh karena itu, dirinya berharap kiranya pemerintah daerah bisa mencarikan solusi terkait dengan kekurangan atau kelangkaan elpiji tersebut.
“Ketika datang ke pangkalan, elpiji sudah habis. Kami pun khawatir akan terjadi penimbunan elpiji menjelang bulan puasa nanti,†ungkapnya.
Ditambahkan oleh Jenny Ema Tulung yang juga wakil rakyat dari wilayah barat Pohuwato, diharapkan agar ada penambahan kuota disetiap pangkalan, sehingga tidak terjadi krisis kekurangan elpiji.
“Kebutuhan masyarakat sangat luar biasa dan mereka rata-rata membutuhkan elpiji. Inilah yang kami harapkan agar bisa ditindaklanjuti secepatnya,†harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopperindag), Yusuf Poluli melalui Kabid Perdagangan, Ibrahim Kiraman mengakui bahwa saat ini telah terjadi kekurangan kuota dimasing-masing pangkalan. Akibatnya, banyak masyarakat kesulitan untuk mendapatkan elpiji.
“Alasan dari pihak agen, persoalan pengurangan jatah dimasing-masing pangkalan dikarenakan pasokan dari pemerintah yang mengalami kekurangan. Oleh karena itu, disetiap pangkalan yang biasanya mendapatkan jatah 100 tabung, kini hanya tersisa 50 tabung saja,†jelasnya.
Seharusnya kata Ibrahim Kiraman, setiap harinya suplay elpiji ke Pohuwato berkisar kurang lebih 3.360 tabung. Namun saat ini hanya berkisar 2 ribuan tabung saja.
“Kami mengharapkan agar kiranya pemerintah provinsi dalam hal ini Pak Gubernur Rusli Habibie bisa memberikan solusi dan dari pihak pertamina kami meminta agar pasokan elpiji bisa ditingkatkan. Kami pula akan turut melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi dan juga pihak pertamina,†pungkasnya. (kif/hargo)
