Hargo.co.id GORONTALO – Ajang pemilihan Putri Pariwisata Indonesia Gorontalo (PPIG) diharapkan mampu melahirkan para duta wisata Gorontalo. Sebab, promosi wisata merupakan salah satu bagian penting dalam memajukan dan mengembangkan sektor pariwasata.
Pentingnya promosi pariwisata tersebut berkembang saat kunjungan 14 finalis ke Graha Pena Gorontalo, Rabu (1/6). Kedatangan rombongan finalis PPIG disambut Wakil Direktur Gorontalo Post Femmy Udoki bersama Pemimpin Redaksi Gorontalo Post Hasanudin Djadin.
Keempatbelas finalis masing-masing Sri Wahyuni J. Musa (Kota Gorontalo), Darjihan Muhraini (Kabgor), Hartini Ismail (Kabgor), Gita Prastika Inaku (Boalemo), Vidya Potabuga (Boalemo), Rifka Priyani Dewi S. (Pohuwato), Putri Eka Ahmad (Gorut), Rizka R.Kistanto (Gorut), Adelia Suryani Yusuf (Bonbol), Nadesyia Djibran (umum), Windi Anggreini Gela (Umum), Dina Mokodompit (Yan’s Collection), Fadzillah Kurniawati (Yan’s Collection) serta Nabilah S.R Danial (Stikes BMG).
Pada sesi diskusi, Femmy Udoki menyampaikan, Gorontalo memiliki potensi pariwisata yang menakjubkan. Salah satunya objek wisata bahari. Selain taman laut Olele, pantai Biluhu juga memiliki taman laut yang tak kalah cantiknya dengan daerah lain.
“Hanya saja promosi tentang pantai Biluhu ini belum massif. Malah yang mempromosikan Bilihu justru orang dari luar. Di antaranya salah satu tim ahli Kementerian Pariwisata Don Kardono,†ucap Femmy Udoki.
Kondisi ini, menurut Femmy Udoki, sudah sepatutnya menjadi perhatian bersama. Terutama para finalis PPIG, yang diharapkan sebagai agen-agen promosi wisata Gorontalo.
“Karena itu pemilihan putri pariwisata ini diharapkan tidak hanya ditekankan pada aspek penampilan semata, tetapi juga perlu diimbangi dengan kemampuan untuk mempromosikan objek wisata di Gorontalo,†tutur Femmy Udoki.
Lebih lanjut menurut Femmy Udoki, dalam mempromosikan objek wisata para finalis PPIG harus benar-benar memahami dan menguasai objek wisata tersebut. Sehingga ketika melakukan promosi, orang/wisatawan bisa tertarik.
“Selain itu yang tak kalah pentingnya harus bisa menulis, minimal mampu memberikan informasi secara terperinci. Sebab, di era yang modern ini, promosi wisata bisa dilakukan lewat berbagai media. Bisa melalui media cetak, elektronik maupun sosial media,†kata perempuan yang selama 7 tahun menjabat pemimpin Redaksi Gorontalo Post itu.(ndi/hargo)
