Hargo.co.id GORONTALO – Kehadiran pengemis maupun peminta-minta sumbangan di Gorontalo seakan menjadi tren tersendiri.
Bahkan ketika datangnya Ramadan, keberadaan pengemis maupun peminta-minta makin menjamur.
Hampir di setiap keramaian, dengan mudah dijumpai para pengemis maupun peminta-minta sumbangan. Bahkan mereka tak sungkan-sungkan datang langsung ke rumah-rumah warga.
“Assalamualaikum…,†ucap perempuan paro baya dengan suara yang cukup lantang di depan pintu salah satu rumah di sebuah kompleks perumahan di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.
Pakaiannya tampak lusuh dengan alas kaki yang penuh debu. Kepalanya dililit sebuah kain panjang (seperti selendang,red) yang sudah compang-camping. Sementara di tangan kanannya menjinjing tas plastik berwarna hitam.
“Assalamulaikum…,†ucapnya kali kedua dengan nada yang lebih keras.
Tak berapa lama, dari dalam rumah keluar seorang perempuan muda sembari meyodorkan lembaran Rp 2 ribu.
“Alhamdulillah,†ucap perempuan paro baya tersebut. Namun setelah menerima lembaran rupiah, perempuan paro baya yang kulitnya berwarna gelap tersebut tak lantas beranjak.
Keberadaan para pengemis dan peminta-minta sumbangan tersebut sudah tak ada asing lagi, terutama di kalangan warga Kota Gorontalo.
Pasalnya, hampir setiap hari mereka berjalan berkeliling dari kelurahan satu ke kelurahan lain.
