Hargo.co.id GORONTALO – Sebenarnya kepedulian warga Gorontalo terhadap para pengemis di Gorontalo begitu tinggi.
Namun situasi ini ternyata dimanfaatkan secara baik oleh para pengemis maupun peminta-minta sumbangan. Apalagi di bulan ramadan seperti saat ini.
Bahkan ketika berkunjung ke rumah warga, para pengemis ini seakan ‘memaksa’ para pemilik rumah untuk dapat membuka pintu atau keluar rumah agar berbagi rezeki terhadap mereka.
Seperti yang dialami salah satu warga di kompleks perumahan di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Dimana saat itu salah seorang perempuan paro baya dengan suara yang cukup lantang mengucapkan salam di rumahnya. “Sebetulnya saya tahu orang itu,” ucap warga yang enggan dikorankan namanya tersebut.
Namun merasa iba, ia pun meminta anaknya untuk keluar dan memberikan uang Rp 2ribu kepada pengemis tersebut.
“Alhamdulillah,†ucap perempuan paro baya tersebut.
Namun setelah menerima lembaran rupiah, perempuan paro baya yang kulitnya berwarna gelap tersebut tak lantas beranjak. Ia lalu kembali meminta. “Nou, ti oma minta beras uti, (Nenek minta beras,red),†ucapnya.
Kali ini permintaan perempuan paro baya itu tak digubris. Sang pemilik rumah melambaikan tangan pertanda tak bisa memenuhi permintaan tersebut. Meski begitu perempuan paro baya itu tetap tak mau beranjak. Ia terus berdiri di depan pintu. Dengan wajah memelas ia terus meminta agar diberikan beras.
Setelah beberapa kali meminta, rupanya hati pemilik rumah luluh juga. Ia masuk ke dalam rumah dan kembali membawa sebuah bungkusan kecil.
Bungkusan itu selanjutnya dimasukkan ke dalam tas kantong plastik yang dipegang perempuan paro baya. Usai menerima pemberian tersebut, sang perempuan paro baya lantas beranjak pergi.
