Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



13 Guru Korban Sandera KKSB Papua, Berhasil Dievakuasi

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Kabar Nusantara News , pada Kamis, 19 April 2018 | 19:43 PM Tag: , , , ,
  Proses Evakuasi dilakukan oleh Personil TNI-AD (foto : Portal-Komando.com)

Hargo.co.id, Timika – Sebanyak 13 guru pengajar di Sekolah Dasar (SD) Aroanop dan Jagamin, di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, berhasil dievakuasi, Kamis (19/4), oleh anggota TNI ke Timika. Mereka sebelumnya disandera oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua, seperti dilansir dari situs portal-komando.com.

Proses evakuasi 13 guru diwarnai oleh isak tangis para tenaga pengajar itu. Evakuasi dilakukan oleh pasukan TNI AD yang tergabung dalam Satuan Tugas Terpadu Penanganan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata.

Dalam rilis Kodam XVII/Cendrawasih, Para guru tersebut berjumlah 18 orang yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 7 orang perempuan tetapi yang dapat dievakuasi dari Aroanop ke Timika sebanyak 13 orang yang terdiri dari 7 perempuan dan 6 orang laki-laki, sedangkan 5 orang lainnya masih berada di kampung Aroanop untuk menunggu evakuasi selanjutnya sebab terkendala cuaca.

Disandera

“Saat ini kondisi kampung diatas aman terkendali dimana TNI telah memukul mundur KKSB dan mengamankan kampung Aroanop,” Ujar Kolonel Inf Frits selaku Dansatgas. “Saat ini situasi dan kondisi di kampung Aroanop aman dan terkendali yang dijaga oleh anggota TNI,” tambahnya.

Seorang guru kontrak di SD Aroanop, Rano Samsul yang juga korban kekerasan mengabarkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat pukul 15.00 WIT.

Proses Evakuasi (foto : Portal-Komando.com)

“Jadi mereka masuk ke Kampung itu dengan cepat dan menyandera kita selama 45 menit dan kami juga tidak tahu apa maksud dan tujuan KKSB ke kampung itu. Kami semua para guru ditodong menggunakan senjata api di kepala,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa antara laki-laki dan perempuan dipisahkan. “Para sandera perempuan disiksa dengan cara dipukul, ditendang serta kelompok KKSB juga melakukan pelecehan seksual sehingga menimbulkan luka memar di wajah dan efek trauma psikologis ,” jelasnya lagi.

Setelah 45 menit menyandera, KKSB tersebut pergi dengan membawa 10 buah HP, 4 buah Laptop, sebagian bahan makanan dan pakaian para sandera. “Mereka semua merampas barang-barang kami, mereka berjumlah kurang lebih 20 orang dengan membawa senjata api dan senjata tajam dan kita tidak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya lagi.

Di sekolah lainnya

Adapun guru yang mengajar di SD Jagamin, Eustakhius Lefteu mengatakan, guru yang mengajar di kampung Jagamin dalam keadaan sehat. “Guru yang mengajar di SD Jagamin merasa ketakutan dengan keberadaan KKSB itu, syukurnya tidak ada kekerasan yang dilakukan oleh kelompok itu kepada para guru di Jagamin,” jelasnya.

Proses Evakuasi (foto : Portal-Komando.com)

Para guru ini mengalami trauma yang sangat dalam ditambah lagi mereka bersedih karena beberapa minggu lagi anak-anak SD di Aroanop dan Jagamin akan melaksanakan ujian, tetapi para guru ini terpaksa meninggalkan anak-anak sekolah karena harus menjalani perawatan akibat peristiwa itu.

Para guru yang bertugas di dua kampung tersebut terdiri atas guru ASN, guru kontrak kabupaten dan guru dari KPG Universitas Cinderawasih yang melakukan praktik mengajar di tempat itu.

Proses Evakuasi (foto : Portal-Komando.com)
Proses Evakuasi (foto : Portal-Komando.com)

Tekad para guru ini masih besar untuk mengajar anak-anak di SD Aroanop dan Jagamin karena para guru menginginkan anak-anak sekolah disana memiliki ilmu untuk memajukan Papua.Perlu diketahui bahwa para guru ini merupakan guru kontrak dan guru PKL dari salah satu Universitas di Papua. (hg/pk)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar