Menpar Arief Yahya menilai langkah Gubernur Gorontalo H.Ruslie Habibie untuk focus ke sector pariwisata itu sudah on track. Dunia pariwisata itu masuk dalam gelombang revolusi keempat, cultural industry atau creative industry yang akan menjadi panglima.
Tiga revolusi sebelumnya, agriculture, manufacturing dan information technology sudah menemukan eranya. “Ke depan, adalah era pariwisata. Siapa yang pintar mempersiapkan dari sekarang ini, semakin berpotensi sukses,†jelas dia.
Arief Yahya juga memuji Gubernur Gorontalo dan Provinsi Gorontalo yang sudah mengembangkan Tiga A; Aksesbilitas, Atraksi, dan Amenitas. Rumus pengembangan destinasi itu tiga poin tersebut.
Perkuat akses (bandara, penerbangan, dermaga laut, pelabuhan), perbanyak dan berbaiki kualitas atraksi (jaga alam, budaya, buatan manusia), lalu siapkan amenitas yang lengkap. Hotel, convention hall, restoran, café, dan semua hal yang dibutuhkan wisatawan.
Provinsi Gorontalo sudah ditetapkan sebagai kota adat yang ke-9 dari 19 kota adat di seluruh Indonesia. Gorontalo juga dijuluki sebagai kota Serambi Madinah.
Filosofinya, “Adat bersendikan Sara, Sara bersendikan Kitabullah†atau dalam bahasa daerah Gorontalo “Adati Hula-hula’a to Sara’a Hula-hula’a to Qur’an (ASQ). “Gorontalo juga bisa mendukung program halal tourism, halal destination di Indonesia,†tambah Ruslie Habibie.
