Selasa, 9 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



3.850 Ton Jagung Tembus Filiphina

Oleh Aslan , dalam Ekonomi Headline , pada Selasa, 3 April 2018 | 09:48 Tag:
  

GORONTALO, Hargo.co.id  – Mungkin ini kali pertama sejarah perdagangan Gorontalo bisa surplus dua bulan berturut-turut. Nilai total ekspor Gorontalo 2018 tercatat sudah surplus US$1.120.446.

Dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, pada bulan Januari 2018 Gorontalo melakukan ekspor gula dan kembang gula sebanyak 12.000 Ton senilai US$1.050.045 ke Korea Selatan.

Sedangkan pada bulan Februari 2018, Gorontalo kembali melakukan ekspor berupa jagung sebanyak 3.850 Ton senilai US$1.014.475 ke Filiphina. Secara kumulatif, total ekspor Gorontalo sudah mencapai US$2.064.250 jika dibandingkan dengan total nilai impor sebesar US$944.074.

“Alhamdulillah yah, Gorontalo akhirnya bisa ekspor dan ini mungkin menjadi yang pertama kali terjadi; Gorontalo bisa surplus selama dua bulan berturut-turut. Mudah-mudahan, kondisi yang semakin baik ini terus berlanjut,” ungkap Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Eko Marsoro, pada press confrece di kantornya, kemarin, Senin (2/4).

Ekspor jagung ini merupakan kali pertama setelah Gorontalo terakhir kali ekspor jagung ke Filiphina pada September 2015 silam. Saat itu terjadi kemarau panjang yang turut berpengaruh pada hampir seluruh komoditas pertanian di Gorontalo dan ikut berdampak pada perekonomian tahun selanjutnya.

Sementara itu, aktivitas perdagangan di luar pelabuhan Gorontalo juga tercatat senilai US$18.461 pada bulan Januari 2018 dan US$11.194 yakni melalui Jakarta dan Makassar berupa ikan dan udang/kepiting; dan paket pos, parsel dan barang retur. “Insya Allah perdagangan Gorontalo bisa surplus hingga akhir tahun,” pungkasnya.(axl/hg)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar