Hargo.co.id GORONTALO – Petugas Kepolisian mulai menunjukan tajinya untuk memberantas aksi balap liar. Awal pekan kemarin, petugas menangkap 9 pelaku. Kali perburuan yang digelar di sejumlah jalan utama kembali membuahkan hasil. Sebanyak 6 pebalap liar berhasil diringkus, Kamis, (16/6). Seluruhnya berstatus pelajar.
Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, dalam razia balap liar ini petugas benar-banar dituntut kerja ekstra. Malam itu, razia dimulai dari jalan Raja Eyato, Kota Gorontalo. Aksi kejar-kejaran tak terhindarkan. Bahkan, Patroli dan pengendalian balap liar malam yang merupakan gabungan Satlantas, Satsabhara hingga Satreskrim Polres Gorontalo nyaris dibuat kewalahan.
Namun pada akhirnya, beberapa diantara mereka berhasil diringkus.  Dari kawasan tersebut, razia kemudian dilakukan di bundaran Hulonthalo Indah. Namun, sebelum petugas tiba, rupa-rupanya, para pebalap teresbut sudah kabur lebih dahulu. Patroli kemudian dilanjutkan ke Jalan John Ario Katili (Eks, Andalas).
Polisi kembali mendapati tiga pelaku balap liar. Â Petugas pun langsung bertindak cepat menangkap ketiganya. Sebelum akhirnya tertangkap, pebalap liar yang masih dibawah umur itu, berusaha mati-matian untuk kabur. Bahkan, blok yang sudah dibuat petugas untuk menghadang mereka diterobos.
Petugas yang menghadang di jalan pun nyaris ditabrak. Mereka baru berhasil diringkus, setelah terjatuh dari kendaraan bermotor akibat berusaha kabur. Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Rony Yuliyanto mengatakan, aksi para pembalap liar di Kota Gorontalo, belakangan ini cenderung meningkat dan terbilang nekat.
“Mereka rata-rata masih remaja, tapi pikiran mereka nekat-nekat semua, tidak jarang ebebrapa anggota saya nyaris tertabrak saat menghalau mereka agar berhenti melakukan balap liar,†ujarnya. AKBP Rony juga menegaskan, setiap kenderaan bermotor yang terjaring razia polisi, akan ditahan dan baru dikeluarkan setelah lebaran ketupat.
“Sanksi tegas ini kami berikan untuk memberikan efek jera, sekaligus warning bagi yang lainnya agar tidak lagi melakukan aksi balap liar, karena selain membahayakan keselamatan pengguna jalan lain, aksi balap liar itu juga bisa membahayakan nyawa mereka sendiri,†tambahnya. AKBP Rony juga menghimbau kepada seluruh warga Gorontalo yang memiliki anak remaja laki-laki, agar ikut melakukan sosialisasi dan himbauan kepada anaknya, untuk tidak terlibat dalam aksi balap liar.(tr-45/ar/hargo)
