Kendati jalan yang rusak, tapi masyarakat setempat menyebutnya jalan tol, bukan karena tak tahu seperti apa jalan tol, tapi karena sindiran terhadap pemerintah yang seolah tutup mata dengan kondisi akses jalan delapan desa itu.
“Kami berharap jalan tol ini ditingkatkan, diaspal pak,”ungkap Kepala Desa Owata Arifin Yahya dihadapan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang berkunjung ke wilayah itu, Sabtu (27/2).
Harapan kepala desa Owata mewakili harapan seluruh masyarakat di wilayah itu. Panjang jalan hanya 9,6 KM. Memang, telah ada sekitar 14 spot jalan yang dirabat beton. Setiap spot tak lebih dari 20 meter. Rabat beton yang hanya sepotong-sepotong itu menggambarkan pemerintah kurang berpihak pada keadaan masyarakat setempat.
“Iya pak, tidak tahu kinapa ini cuma spangal-spanggal yang dorang kerja. Tidak satu kali saja,”kata Iqbal warga setempat. (tro/tr-45)
