Hargo.co.id, GORONTALO – DPD I Golkar Provinsi Gorontalo mengambil alih pelaksanaan Musyawarah Daerah (musda) DPD ll Golkar Kabupaten Gorontalo.
Pengambil alihan yang tertuang melalui surat pemberitahuan nomor 109/DPD-Golkar/PROV-GTLO/Xll/2025 itu, buntut dari permintaan penundaan pelaksanaan Musda oleh DPD II Golkar Kabgor.
Surat DPD I Golkar diterima oleh pengurus DPD ll Golkar Kabupaten Gorontalo pada Ahad (7/12/2025).
Sekretaris DPD l Golkar Provinsi Gorontalo Ghalieb Lahidjun saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, dimana DPD l sudah menetapkan pelaksanaan musda DPD ll Golkar Kabupaten Gorontalo tanggal 7 Desember, tetapi tanggal 6 DPD ll Golkar Kabupaten Gorontalo mengirimkan surat meminta penundaan sampai tanggal 20 Desember mendatang.
“Memang batas pelaksanaan Musda itu Desember tetapi juga disesuaikan dengan jadwal dan aktivitas dari ibu Ketua DPD l, memang sebelumnya diawal setelah ada perintah DPP untuk pelaksanaan Musda DPD ll Kabupaten/Kota dan ibu ketua meminta usulan yang selanjutnya disesuaikan dengan agenda DPD l, namun tiba-tiba setelah ditetapkan tanggalnya ternyata sehari sebelum mereka meminta untuk ditunda lagi dengan alasan kondusivitas,” ungkap Ghalieb.
Lanjut dikatakan Ghalieb karena alasan kondusivitas itu, maka DPD l mengambil alih pelaksanaan Musda. Rencananya, ungkap Ghalieb, akan dilangsungkan pada Selasa (9/12) mendatang.
“Itu sudah keputusan yang tidak lagi bisa diganggu gugat,” tegas Ghalieb.
Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana Musda DPD II Golkar Kabgor, Roly Hippy ketika dikonfimasi mengungkap alasan pihaknya meminta penundaan. Kata dia, dikarenakan masih adanya hal internal yang perlu diselesaikan.
“Permintaan penundaan ini mengantisipasi gesekan antar kader yang dapat memicu perpecahan di internal belah,” pungkasnya.(Deice)












