Alumni ITB 81 Populerkan Geo Culture Trek di Lembang, Bandung

×

Alumni ITB 81 Populerkan Geo Culture Trek di Lembang, Bandung

Share this article
Menteri Pariwisata, Arief Yahya, pada Geo Culture Trek di Lembang, Bandung. Dok: TribunNews.com

“Yale dan Harvard University di Amerika Serikat itu, alumnya mengumpulkan dana abadi atau Professional Endowment Fund dari para alumninya. Sekarang sudah USD 40 Miliar, atau dua kalinya value PT Telkom dengan 30.000 tenaga kerja yang pernah saya pimpin itu,” katanya.

Membantu pariwisata? Kata Arief Yahya itu sudah sangat tepat! Karena pariwisata itu adalah penghasil PDB, Devisa dan Tenaga Kerja paling murah dan paling mudah. Kalau ingin mendedikasikan untuk membangun ekonomi negeri, pariwisatalah tempatnya. “Saya orang bisnis, melihat harus dengan angka, harus dengan global standart, dan harus di-benchmark dengan pesaing dari negara lain,” jelas Arief Yahya.

“Saya biasa menggunakan 3S –Size, Sustainable, Spread—, untuk menentukan portofolio industri itu menarik dikembangkan atau tidak? Masuk dalam kategori sun set industri atau sun rise industri? Untuk Size, ini bicara soal PDB atau Produc Domestic Bruto tahun ini PDB Pariwisata Indonesia dalam kategori jumlah, terbesar di ASEAN, sebesar USD 82 Biliun. Jarang-jarang kita bagus di kategori yang bagus,” ungkapnya.

Kedua, Sustainability itu terkait dengan growth. “Nah, ini banyak yang tidak tahu nih. Pariwisata itu tumbuh paling tinggi dari semua industri, dibandingkan dengan agriculture maupun manufacture. Catat baik-baik ya, saat ini Oil and Gas menempati posisi 1, Coal posisi 2 dan CPO atau minyak kelapa sawit posisi 3. Pariwisata di posisi 4.

Tapi dari sisi growth, hanya pariwisata yang bertumbuh. Migas turun drastic, tinggal USD 18M. Pariwisata memang masih USD 12M, tapi dengan bertumbuh 10 persen saja, tahun depan bisa menyalip oil and gas, yang harga per barrelnya turun hingga USD 36, dari sebelumnya sempat USD 100,” jelas Arief Yahya.