Hargo.co.id, GORONTALO – Panitia Pelaksana Kegiatan Sepak Bola dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia memberikan klarifikasi terkait polemik pemindahan lokasi kegiatan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.
Klarifikasi tersebut disampaikan Sigit Modjo selaku perwakilan Panitia Pelaksana. Ia menegaskan, kegiatan sepak bola yang saat ini berlangsung bukan kegiatan yang digelar secara sepihak maupun tanpa dasar.
Menurut Sigit, panitia dan peserta kegiatan merupakan pemuda Telaga Biru. Pelaksanaan kegiatan juga telah mengantongi izin serta mendapat dukungan dari masyarakat dan pemuda di wilayah tersebut.
“Panitia pelaksana dan peserta merupakan pemuda Telaga Biru yang memiliki izin pelaksanaan kegiatan serta memperoleh dukungan dari masyarakat dan pemuda Telaga Biru,” ujar Sigit.
Ia menjelaskan, turnamen sepak bola tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026.
Kegiatan itu juga melibatkan peserta dan masyarakat dari hampir seluruh desa di Kecamatan Telaga Biru.
Untuk itu, kata Sigit, turnamen tersebut tidak semata-mata menjadi ajang olahraga, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi, persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan antardesa.
Terkait pemindahan lokasi kegiatan yang menjadi sorotan, Sigit berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang dapat memecah kebersamaan masyarakat Telaga Biru.
“Pemindahan lokasi tidak seharusnya menghilangkan semangat kita untuk bersama-sama menyukseskan dan memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” katanya.
Panitia, lanjut Sigit, menghormati berbagai pandangan yang berkembang di tengah masyarakat.
Namun, ia berharap informasi yang disampaikan kepada publik dapat melihat persoalan secara utuh dan berimbang,
termasuk mempertimbangkan bahwa kegiatan tersebut telah memiliki izin dan mendapat dukungan masyarakat serta pemuda Telaga Biru.
“Kami tidak ingin kegiatan yang seharusnya menjadi wadah silaturahmi, persatuan, dan kegembiraan masyarakat justru berkembang menjadi polemik yang dapat menimbulkan perpecahan,” tegasnya.
Sigit pun mengajak seluruh elemen masyarakat Telaga Biru, mulai dari pemuda, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat
hingga seluruh pihak yang terlibat, untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menyukseskan rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Ia berharap momentum peringatan kemerdekaan tahun ini dapat menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat Telaga Biru.
“Berbeda pendapat adalah hal yang biasa, tetapi persatuan dan kebersamaan harus tetap kita jaga,” tandas Sigit.(Rls)












