Hargo.co.id, GORONTALO – Mobilitas petani di Desa Duwanga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, kini semakin terbantu. Akses jalan yang selama ini menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat telah selesai dibangun dan mulai dimanfaatkan warga.
Pembangunan tersebut mencakup jalan aspal sepanjang 680 meter dan rabat beton sepanjang 517 meter. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar itu bersumber dari APBD Kabupaten Gorontalo Tahun Anggaran 2026.
Keberadaan infrastruktur ini diharapkan memperlancar aktivitas masyarakat, khususnya petani dalam mengangkut hasil pertanian dari kawasan produksi menuju pusat-pusat pemasaran.
Pembangunan jalan tersebut bermula dari aspirasi masyarakat yang kemudian diperjuangkan Anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Nofal Gani. Usulan itu dibahas melalui Badan Anggaran (Banggar) DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) hingga mendapat alokasi anggaran.
Rampungnya proyek itu ditandai dengan peresmian oleh Bupati Gorontalo Sofyan Puhi pada penutupan Rakyat Fest 2026, yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-19 Desa Duwanga, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Futsal Desa Duwanga tersebut turut dihadiri Sekda Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur.
Sofyan mengatakan, pembangunan infrastruktur dasar tetap menjadi perhatian pemerintah daerah di tengah kondisi fiskal Kabupaten Gorontalo yang masih terbatas.
“Kabupaten Gorontalo memang tengah menghadapi tantangan kapasitas fiskal dan keterbatasan anggaran. Namun, pemenuhan kebutuhan dasar rakyat akan selalu menjadi prioritas utama kami,” ujar Sofyan Puhi.
Menurutnya, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan sekaligus.
Untuk itu, pemerintah harus menentukan skala prioritas dan melaksanakannya secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat serta kemampuan APBD.
Sofyan Puhi menegaskan, pembangunan infrastruktur akan terus dilanjutkan ke desa-desa lain secara bertahap.
Jalan yang telah dibangun di Duwanga diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mempercepat distribusi komoditas pertanian sehingga memberikan kemudahan bagi petani dalam membawa hasil produksi ke pasar.(Adv)












