Hargo.co.id, GORONTALO – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendorong penguatan kapasitas masyarakat Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo, melalui program pembukuan usaha tani dan literasi perpajakan.
Program kerja inti bertajuk “Penguatan Model Pembukuan Usaha Tani dan Literasi Perpajakan sebagai Upaya Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga di Desa Limehe Barat, Kecamatan Tabongo” itu digelar Kamis (17/9/2026), pukul 09.00 hingga 12.00 Wita.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Limehe Barat serta para petani setempat. Fokus utama program adalah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pencatatan dan pengelolaan usaha tani secara terstruktur.
Bagi petani, pembukuan tidak hanya berkaitan dengan administrasi. Pencatatan yang baik dapat menjadi instrumen untuk mengetahui kondisi keuangan usaha, mengelola sumber daya, sekaligus membantu dalam mengambil keputusan terkait kegiatan pertanian.
Sesi pertama diisi Hartati Tuli dengan materi penguatan model pembukuan usaha tani.
Dalam sesi ini, peserta mendapatkan pelatihan mengenai cara mencatat berbagai komponen usaha tani, mulai dari pemasukan, pendapatan, aset, pengeluaran, hingga komponen lain yang berkaitan dengan pencatatan keuangan.
Menariknya, mahasiswa KKN juga memperkenalkan format pencatatan berbasis Microsoft Excel dengan sistem otomatis. Format tersebut dirancang agar masyarakat dapat melakukan pencatatan secara lebih praktis dan terstruktur, termasuk membantu proses perhitungan tanpa harus dilakukan seluruhnya secara manual.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para petani aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan, terutama terkait mekanisme pencatatan transaksi serta cara mengelompokkan berbagai kebutuhan dalam usaha tani.
Diskusi dua arah tersebut membuat materi yang disampaikan dapat dikaitkan langsung dengan kondisi dan aktivitas usaha tani yang dijalankan masyarakat sehari-hari.
Setelah sesi pembukuan, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi literasi perpajakan yang dibawakan Mentari Rizki Sawitri Pilomonu.
Materi tersebut memperkenalkan peserta pada dasar-dasar perpajakan
sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban perpajakan serta peran pajak dalam kehidupan bermasyarakat.
Peserta mendapatkan penjelasan mengenai dasar hukum dan ketentuan perpajakan, mekanisme serta cara menghitung pajak,
konsekuensi apabila kewajiban perpajakan tidak dipenuhi, hingga pemahaman mengenai pemanfaatan penerimaan pajak.
Melalui materi tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya melihat pajak sebagai kewajiban, tetapi juga memahami kontribusinya terhadap pembiayaan pembangunan.
Program ini sekaligus menjadi upaya mahasiswa KKN Tematik II UNG untuk menghubungkan pengelolaan usaha tani, literasi keuangan,
dan kesadaran perpajakan dalam kehidupan masyarakat desa.
Kemampuan melakukan pembukuan diharapkan dapat membantu petani mengetahui kondisi usaha tani secara lebih terukur.
Sementara literasi perpajakan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak dan kewajibannya sebagai warga negara.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN, Pemerintah Desa Limehe Barat, dan masyarakat tersebut
menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat berbasis kebutuhan lokal.
Dengan pengetahuan serta perangkat pencatatan yang diperkenalkan, masyarakat diharapkan memiliki bekal yang lebih baik
dalam mengelola usaha tani sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan keluarga di Desa Limehe Barat.(Rls)












