Rabu, 26 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Anas Jusuf Didorong Ikut Pilkada, Nizam: Jangan Berkecil Hati Disebut Pendatang

Oleh Admin Hargo , dalam Kabar Politik , pada Kamis, 6 Januari 2022 | 00:05 AM Tag: , , ,
  Bupati Boalemo, Anas Jusuf

Hargo.co.id, GORONTALO – Salah satu tokoh politik senior di Gorontalo, Nizam Dai, berpesan kepada Bupati Boalemo, Anas Jusuf, agar tak menggubris isu-isu primordial yang mulai dimainkan orang-orang tertentu. Salah satunya yakni Anas Jusuf sering disebut sebagai pendatang. 

Menurut Nizam Dai, Anas Jusuf yang belum lama dilantik jadi bupati di Boalemo, meneruskan Pemerintahan Damai itu, berpeluang besar, jika akan mencalonkan diri lagi pada Pilkada 2024 mendatang dengan status petahana.

“Kalau melihat potensi Calon Bupati Boalemo ke depan, masih pak Anas Jusuf yang berpeluang dengan posisinya sekarang bupati. Dan memang saya pantau, terjadi perubahan begitu beliau memimpin daerah,” kata Nizam Dai, Selasa, (04/01/2022).

“Saya bilang ke pak Anas, siap-siap untuk menghadapi pesta demokrasi. Karena masyarakat masih ingin. Pak Anas bilang, tapi saya ini hanya pendatang pak Nizam. Saya tertawa mendengarnya, dan langsung saya jawab balik, berarti bapak belum tahu sejarah,” cerita Nizam Dai, sembari tertawa.

Mantan Jurkam Partai Nasional Indonesia (PNI) di zaman Nani Wartabone itu, akhirnya mengisahkan singkat tentang sejarah daerah. Masyarakat harus tahu, kata Nizam Dai, bahwa Boalemo pertama kali didirikan saja, berkedudukan di Batudaa, setelah berpisah dengan Kerajaan Limboto.

“Kita berkumpul di Bua, lalu berangkat ke Ayuhulalo dan Biluhu. Dan Raja yang pertama itu Raja Palowa. Nah, Raja Palowa ini yang menjemput Batang Raja (Pengesahan Kerajaan), di Ternate. Setelah dapat Batang Raja, kemudian Raja Palowa ke Kota Raja, Dulupi, lalu ke sini,” jelas Nizam Dai.

“Nah, begitu disini, barulah bergabung dengan penduduk asli Gunung Tompotika, Boalemo, Sulteng. Jadi Kerajaan resmi kita itu di Batudaa, jika melihat sejarah,” demikian Nizam Dai, mengulangi percakapannya dengan Anas Jusuf.

Artinya lanjut Nizam Dai, orang-orang jangan sampai meninggalkan sejarah. Begitu pula dengan Anas Jusuf, menurutnya, sang kepala daerah jangan berkecil hati jika disebut pendatang. Teruslah berbuat yang terbaik sembari beradaptasi. 

“Selaku orang tua, saya hanya berpesan, terus saja berbuat yang terbaik untuk masyarakat Boalemo. Mengingat Daerah kita ini juga Daerah Adat, jangan lupakan itu, sampai kapan pun orang tidak bisa merubah-rubah itu. Jangan berkecil hati disebut pendatang. Laksanakan Agama dan Adat, Insyaallah masyarakat senang dan pemerintahan aman,” kunci Nizam Dai. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 551 times, 1 visits today)

Komentar