“Kegagalan kami menembus final hanya karena aturan yang asing di semifinal. Selebihnya, pemain sudah bekerja keras,” tegas dia. Sebelumnya, Arema Cronus disebut diuntungkan saat Thierry Gathuessy, bek Sriwijaya FC, dikartu merah wasit Kasman.
Padahal, dari rekaman ulang, jelas terlihat bahwa Gathuessy sempat dipancing dan didorong oleh Srdan Lopicic terlebih dulu. Karena itu kemudian Gathuessy membalas.
Nyatanya, wasit hanya memberi kartu merah pemain Sriwijaya, tapi pemain Arema tidak. Karena itulah, permainan Sriwijaya yang sebelumnya dominan, langsung drop dan banyak ditekan oleh Singo Edan. (dkk/jpnn/hargo)
