Hargo.co.id, GORONTALO – Hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Murenbang) tingkat Kecamatan Bongomeme, didominan usulan infrastruktur. Betapa tidak, usulan yang masuk sebanyak 15 butir, namun itu didominasi infrastruktur khususnya jalan.
“Didominasi infrastruktur jalan. Hanya ada dua desa mengusulkan jembatan, itupun sekalian dengan jalan yaitu Desa Molanihu dan Desa Liyodu. Jalan yang harus segera diantisipasi dan kalau perlu diusulkan lewat DAK, yaitu aspal jalan antara Desa Molopatodu, Molanihu, Liyodu. Alasannya, sudah ada pengerasan dan bahkan sudah dijanjikan masih di zaman pemerintahan sebelumnya, tetapi hingga saat ini belum juga terealisasi,” ungkap Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Gorontalo usai mengikuti Musrenbang di Bongomeme.
Lanjut katanya, panjang jalan lingkar di tiga desa itu sekitar 7 kilometer hingga di Desa Liyodu. Selain itu jalan di Desa Tohupo, Batu Loreng serta jalan Desa Molanihu menuju Desa Liyodu yakni bagian Bongomeme Selatan yang menghubungkan empat desa.
“Rata-rata adalah jalan yang terbuka bagus dan menuju sumber areal pertanian dan tinggal peningkatan untuk pengaspalannya saja, karena penduduknya sudah banyak di wilayah tersebut, sehingga jalan merupakan usulan prioritas dari desa-desa tersebut,” ungkap Ali Polapa.
Ada tiga paket jalan yang berat yakni jalan Molopatodu Molanihu Liyodu serta paket jalan Tohupo, Batu Loreng, Molanihu Liyodu dan peningkatan jalan di Desa Owalanga-Molas termasuk jalan lingkar pusat Kecamatan Bongomeme yang meliputi Bongohulawa, Huntulohulawa, SMA 1 Bongomeme dan Dulamayo.
“Kesemuanya sangat diharapkan untuk mendapatkan prioritas karena itu semua adalah infrastruktur yang sangat dibutuhkan karena sudah parah,” tegas Ali Polapa. (***)
Penulis: Deice Pomalingo
