Astaga! 103 Kampus Swasta Ditutup Pemerintah

×

Astaga! 103 Kampus Swasta Ditutup Pemerintah

Share this article
Menristekdikti Muhamad Nasir. Foto: dok. JPNN.com

Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko menyatakan, pihaknya juga memegang data 103 kampus yang ditutup itu. ’’Tapi, kami tidak etis jika mempublikasikannya. Biar nanti pemerintah yang mengumumkan,’’ tuturnya.

Budi yang kemarin mengenakan setelan jas necis itu menjelaskan, seluruh kampus yang ditutup tersebut sudah dikumpulkan kopertis. Dalam pertemuan itu, Aptisi menanyai satu per satu kesediaan untuk mengikuti pembinaan oleh Kemenristekdikti. Namun, ternyata mereka menyatakan tidak sanggup mengikuti pembinaan dan memilih ditutup.

Kasus lain yang menjadi pembahasan dalam pertemuan kemarin adalah masih maraknya praktik kuliah kelas jauh. Patdono menerangkan, praktik kuliah kelas jauh tidak hanya dilakukan kampus swasta, tetapi juga kampus negeri. Modusnya beragam.

Dosen ITS Surabaya itu menjelaskan, ada kampus yang membuka kelas jauh melalui kerja sama dengan pemda setempat. Tujuannya adalah mengentaskan guru-guru yang belum sarjana. Namun, setelah kontrak kerja sama itu selesai, kampus tersebut tetap beroperasi di luar domisilinya tanpa izin.

Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) IX Wilayah Sulawesi Andi Niartiningsih membenarkan masih ada fenomena kelas jauh. Dia mencontohkan Desember tahun lalu kopertis yang dia pimpin mendatangi langsung kelas jauh di Nabire dan Ruteng. ’’Kelas jauh biasanya prodi keperawatan, manajemen, dan keguruan,’’ ungkapnya. Dia menegaskan, penertiban kampus-kampus yang nakal karena membuka kelas jauh itu terus dilakukan. Sementara itu, penjatuhan sanksi administrasi tetap menjadi wewenang Kemenristekdikti. (JPG/hargo)