Asyik Mandi di Sungai, Siswi SMP Tewas Tenggelam

×

Asyik Mandi di Sungai, Siswi SMP Tewas Tenggelam

Share this article
Ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Dipenghujung bulan Ramadhan, disaat yang lainnya sibuk mempersiapkan penyambutan Lebaran Idul Fitri, namun lain halnya dengan keluarga Rahman Dedeto dan Sarce Paneo, warga Desa Isimu Selatan, Kecamatan Tiba, Kabupaten Gorontalo.

Keluarga ini baru saja berduka dengan kehilangan putri kesayangannya Amalia Mahmud (14), yang tewas tenggelam di sungai yang tak jauh dari rumahnya pada Jumat (1/7) sekitar pukul 16.30 Wita.

Kabar tewasnya gadis yang masih duduk dibangku SMP ini, membuat warga sekitar gempar. Pasalnya Amalia tewas melamise saat sedang mandi disungai bersama dua saudara tirinya yakni Rivaldo Dedeto (10) dan Ronaldo Dedeto (8). Sementara disaat bersamaan kedua orang tua korban tidak berada dirumah.

Dengan jarak sungai yang hanya sekira 500 meter dari rumah, Amalia pun memberanikan diri bersama dua saudara tirinya itu untuk mandi menikmati air sungai. Namun, saat itu aksi nekat Amalia muncul. Gadis yang masih dibawah umur ini, rupa-rupanya memberanikan diri untuk berenang ke titik sungai yang cukup dalam.

Bahkan tanpa rasa takut ia mencoba untuk mengukur dalamnya air. Hal ini akhirnya berujung naas. Diduga Amalia pun langsung kehilangan keseimbangan hingga akhirnya tenggelam. Amalia yang tenggelam terlihat oleh Rivaldo dan Ronaldo.

Rivaldo berusaha memberi pertolongan, sedangkan Ronaldo bergegas lari cepat memberi tahu ayahnya yang berada di tempat kerja terkait kejadian ini.

“Saat saya temui, anak saya Rivaldo dan Amalia sudah berada di tepi sungai,” kata Rahman, ketika diwawancarai Gorontalo Post. Dari TKP, Amalia yang sudah kehilangan nafas, langsung dilarikan ke Puskesmas setempat. Sayang nyawa korban tak berhasil selamat. Ia tewas karena kehilangan nafas dalam air.

Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP S. Bagus Santoso mengatakan, usai mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar, jajarannya di Polsek Tibawa langsung bergegas terjun ke lokasi. Namun, saat itu korban sudah lebih dahulu dibawa ke Puskesmas.

“Informasi lambat sampai ke kita. Saat kita temui korban sudah tewas,” jelasnya.
Saat ini kata AKBP S. Bagus, korban sudah diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dikebumikan. (and/hargo)