Atambua Didorong Jadi Kota Festival Budaya Crossborder

×

Atambua Didorong Jadi Kota Festival Budaya Crossborder

Sebarkan artikel ini
dok.Kemenpar Festival Crossborder di perbatasan NTT-Timor Leste menaikkan citra daerah yang jangka panjang tentu sangat berpengaruh bagi pariwisata kabupaten yang ada di sekitar perbatasan akan terus berbenah untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang lebih baik.

Fasilitas di dalamnya pun sangat modern. Sekarang, etalase Indonesia tampak membanggakan untuk bisa dilewati oleh orang-orang Timor Leste dan Indonesia yang melewati area ini. “Kalau sudah seperti ini, orang-orang di luar Atambua akan tahu tentang wisata di wilayah perbatasan.

Jadi impact dari Festival Crossboder sangat besar. Ini mempengaruhi sektor lain untuk ikut mengembangkan wilayah perbatasan,” ucap pria berwajah oriental itu.

Dan yang lebih penting lagi, Festival Crossborder juga memantik angka pertumbuhan kunjungan pelintas batas. Yang tadinya hanya 100-an pelintas batas, saat even berlangsung, jumlahnya melonjak hingga kisaran 700-an pelintas batas.

Kenaikannya bisa mencapai 700% bila dibanding hari biasa. “Dampak langsungnya terhadap masyarakat sekitar Rp 300 juta – Rp 400 juta karena tak hanya wisman Timor Leste saja yang bergerak masuk. Wisatawan Nusantara dari sekitar Atambua juga ikut masuk,” ungkap Willy.

Lantaran punya ‘daya ledak’ yang cukup besar, Willy pun tengah mempertimbangkan untuk membangun panggung permanen di Alun-alun Atambua. Bangunannya akan didesain artistik yang bisa mencerminkan Atambua sebagai Kota Festival. “Akan kami bahas dulu. Kami rasa promosi wisata melalui panggung seni dan budaya akan lebih tepat sasaran,” ucap pria yang punya backround sebagai pengusaha itu.

Menpar Arief Yahya menyebut, crossborder adalah kawasan yang paling cepat bisa mendatangkan wisman. Dan Festival Crossborder di Aruk Sambas, Kalbar, lalu di Atambua NTT, Merauke dan Jayakarta di Papua akan menjadi sangat vital. “Prancis dan Spanyol adalah Negara dengan corssborder tourism yang paling besar, karena memanfaatkan crossborder itu,” jelas Arief Yahya.(Hg)