Atasi Masalah Tanggul Jebol, Pemda Gerak Cepat 

×

Atasi Masalah Tanggul Jebol, Pemda Gerak Cepat 

Sebarkan artikel ini
Suasana warga saat menutup jebolnya tanggul di Kelurahan Biyonga disaksikan langsung oleh anggota DPRD Kabupaten Gorontalo, Asni U Menu, Ahad (18/9/2022). (Foto:Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya pemerintah menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi masyarakat, terkait tanggul yang jebol di Kelurahan Biyonga, membuahkan hasil. Mereka mencarikan solusi dan duduk bersama antara OPD dan DPRD dalam hal ini Komisi lll, akhir pekan lalu.

Dalam pertemuan tersebut, DPRD Kabupaten Gorontalo meminta segera mungkin mengantisipasi dengan cara pengadaan pipa untuk membendung irigasi yang jebol tersebut, termasuk kebutuhan karung untuk menutup sementara air yang jebol tersebut. 

“Memang saat ini sudah tak hujan lagi, tetapi air yang ada tetap jebol dan berimbas pada lahan dibagian bawah, sehingga untuk sementara penanggulangan sebelum pipa masih menggunakan karung untuk menutupi tanggul yang jebol,”ungkap Aleg Asni U Menu.  

Dikatakan Asni sejak Jumat sampai Ahad (18/9) masyarakat bahu membahu menutup tanggul yang jebol tersebut dengan puluhan karung berisi sedimen. 

“Alhamdulillah warga sudah bahu membahu untuk menutup sementara  tanggul yang jebol dan semoga bantuan dari BWS dan pemerintah daerah bisa segera diantisipasi,” harap Asni. 

Seperti diketahui, akibat curah hujan dan banjir yang terjadi pekan kemarin, membuat irigasi di Kelurahan Biyonga jebol yang berdampak pada sawah petani yang  ada di 2 Kecamatan, yakni Kecamatan Limboto dan Limboto barat serta 5 kelurahan dan 1 Desa yang terancam gagal tanam. 

“Jika ini tidak cepat diatasi akan ada rumah warga yang hilang (amblas), apalagi untuk mereka petani sawah, ada sekitar ratusan hektar lahan yang sudah siap tanam, namun para petani terpaksa mengurung niatnya karena terkendala tidak adanya air,” ungkap Asni. 

Asni pun mengatakan, ada kurang lebih 50 perwakilan petani di 5 kelurahan dan 1 Desa yang mendatangi rumahnya meminta irigasi ini agar cepat diperbaiki. 

“Alhamdulillah sudah ada koordinasi antara pemerintah dalam hal ini Dinas PU dan BWS dan semoga segalanya bisa teratasi. Minimal hanya dengan penangan darurat dan bisa  mengawal hal ini agar cepat ada solusinya, dengan melihat kondisi para petani sawah sudah selesai penghamburan benih dan pengolahan lahan sudah mulai berjalan, namun terkendala di suplai air. Saya berharap untuk irigasi ini bisa masuk anggaran di perubahan,” tandas Asni. 

Sementara itu Kepala Bidang PSDA PU Kabupaten Gorontalo, Kartono Daud mengatakan, sampai dengan hari ini mereka terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait. 

“Jadi kami terus berkoordinasi dengan pihak PU Provinsi dan BWS. Namun kami pun sesegera mungkin melakukan antisipasi dini,” tandasnya. (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo