JAKARTA, Hargo.co.id – Rangkaian seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) 2017 segera dimulai. Tahap awal penjaringan mahasiswa baru tanpa tes ini, diawali pengisian pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS). Ketua Umum SNM PTN 2017 Ravik Karsidi mengingatkan jangan sampai ada manipulasi nilai rapor.
Rektor Universitas Sebelas Maret itu menjelaskan tidak ada perubahan signifikan dalam pelaksanaan SNM PTN 2017.
’’Termasuk dalam pengisian PDSS juga sama. Yaitu mengisi data rapor,’’ jelasnya saat dihubungi kemarin (12/12). Dia menjelaskan nilai rapor yang nantinya diinput oleh sekolah adalah rapor semester I-V.
Ravik menjelaskan saat ini umumnya SMA sudah menuntaskan ujian akhir semester ganjil. Dalam waktu dekat, sebelum libur pergantian semester, buku rapor segera dibagikan. Pada saat itu juga layanan pengisian PDSS SNM PTN 2017 mulai dibuka.
’’Perkirakan kami, PDSS mulai dibuka pada 12 Januari,’’ jelasnya. Sementara urusan kuota belum ditetapkan sampai sekarang. Dia berharap sekolah untuk jujur dalam mengisi PDSS itu.
Ravik mengatakan jangan sampai ada manipulasi pengisian rapor. Apapun modusnya, Ravik menuturkan sistem SNM PTN bisa mendeteksi adanya pengatrolan nilai.
Menurut dia modus seperti mengawal nilai siswa oleh guru tertentu, tidak boleh dilakukan. Modus seperti itu tujuannya supaya memperbesar peluang siswa untuk masuk kampus yang diinginkan. Ravik mengatakan para guru harus menilai rapor siswa secara alamiah.
Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmad Wahab mengatakan, seleksi rapor intinya adalah menelusuri dan menilai bakat dan minat siswa.
’’Kalau dipaksakan, sementara siswanya tidak berbakat di prodi tertentu malah merugikan,’’ kata mantan Ketua Umum SNM PTN 2016 itu.
Rochmad juga prihatin masih ada orangtua yang memaksakan anaknya untuk kuliah di prodi-prodi tertentu.
Misalnya dipaksa masuk fakultas kedokteran, dipaksa menjadi insinyur, atau sejenisnya. Dia menegaskan yang akan menjalani kuliah itu adalah si anak, bukan sang orangtua.
Statistik dalam SNM PTN 2016 menunjukkan peminatnya sangat tinggi. Pendaftar valid SNM PTN 2016 mencapai 645.202 orang pelamar.
Dari jumlah itu ada 115.178 pelamar (17,85 persen) yang diterima. Provinsi Jawa Timur menjadi daerah terbanyak pendaftar SNM PTN 2016 dengan jumlah 236.473 pelamar.(jpg/hargo)
