Aktivitas hiu itu sendiri menurut Mei tidak terlalu digubris oleh warga sekitar, mengingat ikan ini tidak mengganggu nelayan, dan tidak berbahaya.
Selanjutnya, lama-kelamaan ikan itu semakin bertambah hingga berjumlah 7 ekor. Sampai suatu saat, salah seorang pemancing dari daerah Kota Gorontalo menyaksikan langsung fenomena kemunculan hiu paus itu.
Oleh pemancing itu, kemunculan hiu paus difoto dan diupload ke media sosial yang langsung menuai respond dari warga Gorontalo. Bahkan, kehebohan kemunculan hiu paus itu terdengar oleh sejumlah wisatawan asing, yang langsung datang dan melakukan penyelaman di sekitar lokasi kemunculan hiu paus itu.
Sejak saat itulah, kemunculan hiu paus yang kini menurut warga sekitar telah berjumlah 17 ekor itu, semakin terkenal luas oleh warga Gorontalo, Nasional hingga internasional.
Sementara itu, aktivis lingkungan dan juga penyelam Wawan Iko mengakui kehadiran Hiu Paus di Gorontalo memberikan dampak yang sangat luar biasa pada sektor wisatawan.
Dirinya mengakui, tidak sedikit wisatawan baik lokal maupun manca negara yang datang bertandang ke Gorontalo. Diakui Wawan, sejak dipublikasikannya Hiu Paus di Botu Barani para Pemerhati Lingkungan dan para penyelam sudah sepakat untuk tetap menjaga keselamatan para Hiu.
“Berbagai pembinaan telah diberikan kepada para nelayan dan warga sekitar, serta para pengunjung,†ujarnya. “Kemarin kita sudah sepakati setiap kali turun (ke lokasi) itu dibatasi lima perahu, tetapi jika weekend biasanya lebih dari itu. Ini yang menjadi perhatian kami,” sambung Wawan.
Menurutnya, sangat penting menjaga kenyamanan, dan keselamatan para hiu. Meskipun disisi lain, keberadaan Hiu Paus ini membuat masyarakat mendulang banyak rezeki. “Hiu ini salah satu hiu yang langka dan dilindungi, ini kita sudah sosialisasikan, dan harus kita jaga keselestariannya,” tambahnya.(nat/hargo)
