Bagaimana Kalau Produk? Bolehkah Bergabung ITX?

×

Bagaimana Kalau Produk? Bolehkah Bergabung ITX?

Share this article
Ilustrasi

Lalu, apa bebefit dari sisi promosi? Kalau bergabung dengan ITX? Claudia mencontohkan event Borobudur Marathon. Ketika travellers atau runner mencari info lomba lari itu, semua pelaku bisnis yang ikut program promo, akan tampil di website marathon. Misalnya, diskon hotel di sekitar Borobudur, Jogja, Solo, Semarang, diskon rent car-nya, took souvenir, restoran, oleh-oleh makanan dan snack yang khas, sampai paket-paket wisata yang terkait.

Karena itu, betapa penting membuat Calender of Event. Karena di setiap event itu selalu ada promo dari industry pariwisata secara bersama-sama, dan tampil di website atau own media yang menjadi pusat informasi event itu. Semakin menarik event yang dibuat, semakin banyak orang masuk ke web event itu, semakin banyak diklik pengunjung,, semakin besar peluang bisnisnya.

“Calender of events itu semacam peluru atau bahan bakarnya. Yang bisa membuat promosi bisnis pariwisata Anda semakin hidup dan mengena sasaran pasar. Karena itu, buatlah daftar events selama setahun penuh, dan jangan berubah-ubah tanggal, karena itu menentukan timeline customers dalam booking dan payment,” kata Sam Nugroho, Stafsus Menpar Bidang IT.

Nah, kalender events yang sudah pasti tanggal bulan dan deskripsi acaranya itulah yang di publikasikan di sosmed marketing. Waktu mempublikasikan juga disesuaikan dengan timeline, originasi dan destinasinya. “Harus matching antara destinasi, originasi, dan timeline-nya.

Antara produk (events dan destinasi), customers (Negara arau daerah sasaran pasar atau originasi), dan penentuan waktu, jangan sampai terlambat, saat travellers sudah book dan sudah buat perencanaan traveling,” sambung Don Kardono, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi.

Acara yang dilangsungkan di aula Telkom Banyuwangi ini ada tiga nara sumber. Yakni Samsriyono Nugroho Stafsus Menpar Bidang IT yang memberi gambaran besar Go Digital Kemenpar. Lalu Don Kardono, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Publik, yang mengangkat Sosmed Marketing Pariwisata.

Bagaimana impact menggunakan media social seperti Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Weibo, WeChat, Line, dan lainnya untuk mempromosikan destinasi maupun events. Dan, Claudia Ingkiriwang, Ketua Probis Indonesia Travel Xchange (ITX) yang diendors Kemenpar untuk mengembangkan platform go digital sampai ke selling.(hg)